Gomar Gultom : Gereja-gereja di Indonesia Doakan Pelantikan Presiden

Jakarta, chronosdaily.com – Gereja-gereja di Indonesia menyambut dengan sukacita pelantikan Presiden, 20 Oktober 2019 yang akan datang, “Rakyat telah menentukan suaranya pada Pilpres lalu, dan kini giliran segenap elemen bangsa mengawal hasil pemungutan suara tersebut, siapa pun pilihannya pada pilpres lalu. Untuk ini, kami sudah mengeluarkan surat edaran minggu lalu ke seluruh jemaat untuk mendoakan rencana pelantikan ini,” kata Gomar Gultom, Sekretaris Umum Persekutan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) kepada Chronosdaily.com.

Gomar juga menyampaikan harapannya pada pemerintah Jokowi untuk meneruskan kebijakan pro rakyat selama ini dan meningkatkan pemerataan pembangunan yang sudah dimulai. “Harapan kami juga pemerintah Jokowi di periode kedua ini dapat memberi perhatian yang sungguh akan penegakan HAM yang selama ini terabaikan, termasuk penyelesaian tuntas pelanggaran HAM berat masa lampau; penyelesaian tuntas masalah Papua dengan pendekatan kultural; jaminan kebebasan beragama dan beribadah dan lainnya,” tambahnya.

Agenda lain yang juga harus menjadi perhatian Jokowi di periode ke dua ini adalah menuntaskan praktik-praktik korupsi yang telah memiskinkan sebagian besar rakyat kita, tanpa pandang bulu. Juga, kata Gomar, pemerintah perlu menghargai hak-hak masyarakat adat dan meneruskan redistribusi tanah rakyat yang selama ini dikuasai negara atau korporasi.

“Olehnya saya berharap kabinetnya kali ini bebas dari jerat pelanggaran HAM masa lampau, tidak terindikasi korupsi, tidak terlibat dalam konflik agraria dan perusakan lingkungan; agar kabinet dapat bekerja tanpa beban,” ujarnya.

Soal demonstrasi yang terjadi belakangan ini, Gomar menyampaikan, meski pengesahan RKUHP sudah diputuskan untuk ditunda, kini giliran pemerintah mendengarkan masukan secara rasional dan argumentative dari masyarakat. “Saya termasuk yang setuju dengan masih banyaknya masalah dalam RKUHP tersebut dan yang juga meminta hal itu ditunda dulu, dan ini sudah saya sampaikan secara langsung kepada Presiden dan Menteri terkait,” tandasnya. “Soal demo-demo silahkan saja, tetapi harus tetap dengan akal sehat, beradab dan tidak mengganggu ketertiban umum,” ujarnya.

Menyinggung persiapan Sidang Raya PGI bulan November mendatang, kata Gomar persiapannya sudah berjalan baik.  “Kami di Jakarta sedang mempersiapkan materi persidangan, sementara Panitia Lokal di Sumba, kolaborasi Gereja Kristen Sumba ((GKS) bersama keempat Pemkab dan Pemprov, sedang mempersiapkan hal-hal terkait logistik dan sarana-prasarana,” terangnya.

Sidang ini, kata Gomar juga akan membahas bagaimana gereja menyikapi ragam masalah yang nengitari kita lima tahun kedepan, seperti krisis kebangsaan, krisis ekologis, krisis keesaan gereja dan tantangan dunia digital saat ini. Ketika disinggung bahwa dirinya kandidat kuat sebagai Ketua Umum PGI, ia menyerahkan pada pimpinan gereja yang hadir nanti. [ARS]

chronosdaily

Author: Roy Agusta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *