GO Indonesia Dorong Presiden Jokowi Hapus SKB 2 Menteri dalam Dirikan Rumah Ibadah

chronosdaily

Jakarta, chronosdaily.com – Generasi Optimis (GO) Indonesia yakin tahun 2020 Indonesia akan maju dan Pancasila sebagai ideologi negara akan kembali membumi. Hal itu dikatakan Generasi Optimis (GO) Indonesia bukan tanpa alasan.

Tantangan dan persoalan kehidupan bernegara akan kita hadapi dengan yakin bahwa selalu ada solusi dalam kehidupan. Salah satu indikasinya adalah tahun 2019 Joko Widodo (Jokowi) terpilih kembali sebagai Presiden Republik Indonesia untuk periode kedua. “Dengan terpilihnya kembali Pak Jokowi sebagai Presiden, kami yakin itu sinyal positif bagi kemajuan Indonesia ke depan. Karena beliau seorang yang bersih dan Pancasilais,” kata Sekretaris Jendral Generasi Optimis (GO) Indonesia, Tigor Mulo Horas Sinaga, Selasa (31/12/2019). “Banyak harapan Pak Jokowi segera mengemban amanah negara dengan ‘excellent’, dan tentu pekerjaan rumah pada periode pertama kita harapkan bisa terlunaskan pada tahun 2020,” tambahnya.

Tigor Mulo Horas Sinaga

Hapuskan Peraturan Bersama 2 Menteri Terkait Pendirian Rumah Ibadah

‘PR’ utama menurut Horas adalah soal penjaminan negara atas HAM memeluk agama dan boleh melaksanakan ibadahnya dengan damai. Pemerhati politik dan intelijen itu mengatakan, “Salah satu akar persoalan intoleransi beragama adalah Peraturan Bersama 2 Menteri No. 9 dan No.6 Tahun 2006 terkait perizinan rumah ibadah. Kami harap Peraturan Bersama tersebut dihapuskan saja.”

See also  Ketua Umum PGLII Ronny Mandang Menghimbau Agar Warga Gereja Mewaspadai Penyebaran Covid 19

GO Indonesia mengaku optimis Presiden Jokowi yang memiliki jiwa Pancasila akan mempertimbangkan kembali prasayarat Peraturan Bersama tentang mendirikan rumah ibadah tersebut. “Kami yakin setiap kebijakan dan atau peraturan yang terbit harus ada semangat Pancasilanya. Keyakinan ini ditambah dengan aktifnya sebuah lembaga baru setingkat kementerian di triwulan akhir 2019, yaitu BPIP,” ujar Horas.

Sekjen Generasi Optimis Indonesia itu menyatakan, pembumian Pancasila adalah keharusan karena keterdesakan, agar NKRI tidak terpuruk di tahun 2030 melainkan Indonesia Emas akan terwujud pada Dirgahayu NKRI yg ke-100 yaitu tahun 2045. Pada saat yang sama, Ketua Dewan Pembina GO Indonesia, Mangasi Sihombing mengatakan, untuk mencapai Indonesia Emas, maka segenap elemen bangsa perlu membumikan kembali nilai-nilai Pancasila yang memanusiakan manusia. “Pancasila memuat nilai kebajikan yang sangat luhur, yaitu memanusiakan manusia. Itu artinya kita didorong untuk menghormati manusia sebagai sesama kita, apa pun agama, ras, dan strata sosialnya,” kata Mangasi.

Tigor Mulo Horas Sinaga (tiga dari kanan), Mangasi Sihombing (dua dari kanan) bersama Dewan Pimpinan Nasional Generasi Optimis Indonesia.

Ia menambahkan, “Pancasila merupakan filsafat yang solid, ia tak hanya mengundang kita percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa, tetapi juga mendorong kita menciptakan dan mengelola keharmonisan antarsesama manusia di Republik ini.” “SKB 2 Menteri terkait rumah ibadah merupakan prasyarat yang kontra-produktif bagi keharmonisan antarumat beragama di Indonesia. Keharusan pada SKB 2 Menteri untuk mendirikan rumah ibadah berlawanan keras dengan ideologi Pancasila, dan oleh sebab itu prasyarat dalam SKB 2 Menteri untuk mendirikan rumah ibadah mutlak dihapuskan,” tegas mantan Duta Besar RI untuk negara-negara di Eropa Timur itu.

See also  PJJ UPH Raih Global Innovation Awards 2019

“Generasi Optimis Indonesia mengajak segenap komponen bangsa dan negara bergotong-royong membangunu dan menciptakan bumi Pancasila yang penuh cinta kasih, toleran, dan bebas dalam menjalankan ibadah sesuai agama atau kepercayaannya,” pungkas Mangasi Sihombing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Website Protected by Spam Master