Festival Unik yang Hanya Bisa Ditemukan di Kota Solo

Surakarta, chronosdaily.com – Mulai dari pagelaran budaya, kirab, hingga festival kebudayaan, Solo selalu menyuguhkan berbagai macam pagelaran yang membuat wisatawan selalu punya alasan untuk kembali berkunjung lagi. Diantara beberapa festival yang pernah digelar di Solo, ini beberapa rekomendasi yang sayang kalau kamu lewatkan!

  1. Solo Batik Carnival

Berlangsung rutin tiap tahun selama lebih dari satu dekade, Solo Batik Carnival selalu memukau para warga dengan beragam busana batik dengan tampilan yang memukau. Karnaval ini selalu memiliki tema yang berbeda tiap tahunnya yang bisa diinterpretasi oleh para desainer menjadi desain busana yang kreatif. Solo Batik Carnival biasanya berlangsung di sepanjang jalan arteri di Kota Solo, Jalan Slamet Riyadi.

  1. Kirab 1 Suro

Kirab malam 1 Suro menjadi tradisi tahunan Keraton Kasunanan Surakarta saat pergantian tahun baru hijriah. Dalam acara yang juga dikenal dengan Kirab Pusaka ini biasanya terdapat iring-iringan raja, keturunannya, beserta abdi dalem dan pembesar keraton yang mengiringi kirab sambil membawa pusaka.

Tak hanya itu, kehadiran kerbau bule atau kerbau berwarna putih dengan kulit kemerahan juga menjadi ciri khas acara ini. Bagi masyarakat setempat, kerbau bule dianggap binatang keramat dan merupakan aset keraton dan merupakan hewan kesayangan Raja Paku Buwono II. Kirab merepresentasikan bentuk rasa syukur dan penuh harap untuk kehidupan yang lebih baik.

  1. Festival Jenang Solo
See also  Barista Indonesia Berjaya di Saudi Barista Competition 2021

Festival Jenang Solo biasanya dilakukan bertepatan dengan hari jadi Kota Solo yaitu setiap tanggal 17 Februari. Dalam acara yang bertemakan kuliner ini, beragam jenis jenang dihadirkan mulai dari jenang grendul, jenang mutiara, jenang ketan hitam, jenang ngangrang, dan jenang sumsum, dan banyak lainnya.

Selain sebagai upaya melestarikan makanan khas jawa tengah, Festival Jenang Solo juga merupakan simbol rasa syukur kepada Allah atas rejeki yang diberikan melalui hasil bumi. Hal ini kemudian diwujudkan dalam bentuk makanan jenang yang selain dipamerkan dalam festival ini, juga akan dibagikan kepada sesama. [PemkotSurakarta]

chronosdaily
go

Leave a Reply

Your email address will not be published.