Emrus Sihombing : Pertamina Bisa Teladan Perusahaan di Negeri Ini

Jakarta, chronosdaily.com – Sekalipun mengalami kerugian belasan triliun dan di tengah dunia menghadapi penyebaran serta dampak Covid-19 yang sudah menimbulkan berbagai persoalan sosial ekonomi, Pertamina tidak memilih kebijakan mem-PHK karyawannya. Bahkan, awal April tahun ini, dirut Pertamina berjanji tidak ada PHK karyawan meski anak usaha dipangkas. Selain sangat strategis, keputusan ini sangat bagus, kerakyatan, humanis dan sarat nilai perikemanusiaan.

Langkah pertamina tersebut sungguh luar biasa. Tidak (akan) melakukan PHK kepada karyawan di tengah menghadapi berbagai tekanan eksternal sosial ekonomi sebagai petanda (simbol komunikasi) dan sekaligus menunjukkan komitmen kuat perusahaan Pertamina pro pekerja sekaligus pro rakyat. Karena itu, sangat pantas bila mana sebagian publik tidak hanya memberi apresiasi luar biasa tetapi sangat bangga terhadap perusahaan pelat merah ini, di mana rakyat sebagai pemegang saham melalui pemerintah.

Kebijakan tidak mem-PHK sekaligus menunjukkan bahwa direktur utama (dirut) dan komisaris utama (komut) tidak hanya sebagai seorang manajer yang berpikir dan bertindak atas dasar prinsip-prinsip bisnis rasional, tetapi sekaligus memiliki tingkatan kompetensi pada level best leadership.

Sebab menurut saya, sebelum keputusan tidak (akan) mem-PHK disampaikan, kedua pemimpin tersebut telah melakukan kalkulasi detail dari proses bisnis perusahaan, setidaknya dari dua hal utama, baik aspek internal maupun eksternal yang berelasi langsung atau tidak langsung kepada kinerja dan keberadaan Pertamina, baik yang sedang berproses dan ke depan, hingga sampai pada kesimpulan dan keputusan tidak (akan) mem-PHK karyawan. Inilah saya sebut sebagai kebijakan, program dan kerja keras yang bersedia “berkeringat” dari seorang dirut dan komut. Jadi, mereka berdua tidak mengambil jalan pintas yang tidak “berkeringat” dengan PHK, seperti yang dilakukan di perusahaan-perusahan lainnya.

Karena itu, tidak berlebihan jika BUMN Pertamina ini bisa menjadi teladan (role model) bagi semua perusahaan milik negara, milik daerah dan milik swasta lainnya. Sebab, di tengah negeri dan seluruh rakyat Indonesia menghadapi berbagai persoalan kesehatan dan sosial ekonomi sebagai dampak penyebaran dan akibat Covid-19 sangat tidak berkeadilan sosial sektor perusahaan melakukan PHK terhadap karyawan.

Oleh sebab berbagai persoalan yang kita hadapi bersama yang sangat berat karena Covid-19 ini, di sinilah diuji kepemimpinan, profesionalitas, dan rasa kebersamaan dari para pemilik modal (pemegang saham), pemimpin perusahaan (direksi dan komisaris) kepada semua karyawan (pekerja), di satu sisi. Sedangkan di sisi lain, para karyawan harus bekerja lebih giat, produktif, loyal, bertanggungjawab, jujur, rasa memiliki yang tinggi, memahami dan berempati terhadap kondisi perusahaan serta tidak terlalu banyak menuntut di tengah perusahaan menghadai “tsunami” bisnis sebagai dampak Covid-19.

Ini saatnya semua pemangku kepentingan (subyek) terkait dengan keberadaan perusahaan di tanah air, baik BUMN, BUMD dan swasta, untuk mengedepankan gotong royang agar secara bersama mampu “membajak” Covid-19 menjadi peluang terjadinya perubahan perilaku setiap individu karyawan dan perusahaan sehingga tetap bisa berlayar di tengah “ombak besar” Covid-19 menuju “pelabuhan” yang semua senang.

 

 

Salam,
Emrus Sihombing
Komunikolog Indonesia

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*