Elektabilitas Anies Statis, dan Ganjar Tak Terkejar

Jakarta, chronosdaily.com – Elektabilitas tiga nama bakal calon presiden yaitu Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto dan Anies Baswedan menurut beberapa lembaga survei terjadi persaingan antara Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto. Nama Anies Baswedan, tak bergerak dari posisi tiga di bawah Ganjar dan Prabowo.

Laman Liputan6 mencatat peneliti Charta Politika Indonesia, Ardha Ranadireksa menjelaskan, elektabilitas Ganjar sempat mengalami penurunan pada survei periode 4-7 April lalu, pascapembatalan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 oleh FIFA.

“Elektabilitas Ganjar berada pada angka 25,2 persen pada periode 4-7 April, dan meningkat menjadi 28,9 persen pasca deklarasinya sebagai calon Presiden oleh PDIP 21 April lalu,” kata Ardha dalam keterangannya, Kamis (4/5/2023).

Menurut Ardha, elektabilitas Prabowo Subianto terbilang stabil berada pada angka 23,0 persen (4-7 April) dan 22,3 persen (27-30 April). “Anies Baswedan juga stabil, hanya mengalami penurunan elektabilitas menjadi 16,0 persen pada periode 4-7 April dan 15,2 persen pada periode 27-30 April,” lanjut Ardha.

Sementara pada simulasi 3 nama, Ganjar dipilih oleh 36,6 persen responden, Prabowo 33,2 persen dan Anies 23 persen. Sebanyak 7,2 persen responden menyatakan tidak tahu/tidak jawab.

Dari sisi tren, Ardha juga menjelaskan elektabilitas Ganjar meningkat dibandingkan pada periode 4-7 April lalu memperoleh 31,4 persen, dan beranjak meningkat pasca pengumuman sebagai calon Presiden oleh PDIP pada 21 April lalu ke 36,6 persen. “Sementara Prabowo Subianto mengalami peningkatan elektabilitas yang signifikan pada survei periode 4-7 April, dan cukup stabil pada periode 27-30 April. Sedangkan elektabilitas Anies Baswedan ada kecenderungan menurun pada dua kali survei telepon yang kami lakukan,” kata dia, demikian Liputan6.

See also  Pemerintah Setujui RUU 8 Provinsi Dilanjutkan ke Rapat Paripurna

Sementara menurut CNN, survei Polmark Indonesia periode 23 Januari – 19 Maret 2023, elektabilitas Ganjar tertinggi dengan angka 22,8 persen, disusul Prabowo Subianto 17,4 persen dan Anies 3,9 persen.

Kemudian survei Indo Barometer periode 12-24 Februari 2023 mencatat elektabilitas Ganjar di posisi pertama dengan 30,3 persen. Disusul Prabowo dengan 28,4 persen dan Anies dengan 25,3 persen. Dalam simulasi 20 nama yang dilakukan Poltracking Indonesia, elektabilitas Prabowo pada posisi teratas dengan 28,8 persen. Posisi kedua ditempati Ganjar dengan 27,5 persen. Lagi-lagi, Anies berada di posisi ketiga dengan 19,3 persen.

chronosdaily

Survei ini dilakukan sebelum Ganjar Pranowo dideklarasikan sebagai kandidat capres oleh PDIP. Sedangkan dalam simulasi tiga nama capres hasil survei Indikator Politik Indonesia, elektabilitas Ganjar berada di posisi pertama dengan 34 persen.Prabowo diurutan kedua dengan elektabilitas 31,7 persen dan Anies duduk di posisi ketiga pada perolehan 25,2 persen. Survei dirilis 30 April lalu. Survei Indikator politik juga menyajikan simulasi 6 pasangan cawapres dari Ganjar, Prabowo dan Anies. Dalam enam simulasi itu, Prabowo dan Ganjar bersaing, sementara Anies selalu di urutan ketiga dengan siapapun pasangan cawapresnya.

Lantas mengapa Anies selalu duduk di posisi terakhir dalam tiga besar nama capres di sejumlah survei? Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi menilai hal itu bertalian dengan approval rating atau tingkat kepuasan kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi).  “Karena Anies mengesankan atau dikesankan sebagai capres antitesa Jokowi, maka ketika approval Jokowi naik, elektabilitas Anies turun. Demikian juga sebaliknya,” ujar Burhanuddin kepada CNNIndonesia.com

See also  Virus Corona Mewabah, PHK Pun Melanda, Indonesia Darurat PHK..!

Secara terpisah ditemui oleh Chronosdaily di salah satu cafe di jalan Matraman Raya Jakarta Timur, Ketua DPD Kita Ganjar Nusantara (KGN) DKI Jakarta, Devi Kumampung, mengatakan, pihaknya sangat berterimakasih atas penetapan Ganjar Pranowo sebagai bakal calon presiden dari PDI-P. Menurut Devi, DPD KGN DKI Jakarta sudah memiliki strategi-strategi khusus dalam rangka memenangkan Ganjar Pranowo dalam pemilu mendatang.

Kita Ganjar Nusantara (KGN) dengan ketua umum Boyke Simanjuntak, melalui ketua DPD Kita Ganjar Nusantara (KGN) DKI Jakarta telah menjalankan berbagai strategi, salah satunya dengan cara “ketuk sejuta pintu”, yakni terjun langsung ke masyarakat untuk sosialisasi Ganjar Pranowo sebagai sosok yang dinilai tepat menggantikan Presiden Joko Widodo. “Kami lakukan dengan cara turun langsung mengetuk sejuta pintu dan menyapa ke warga masyarakat, sekaligus mensosialisasikan Ganjar adalah sosok yang tepat sebagai presiden 2024-2029,” kata Devi.

Diakui oleh Devi, Kita Ganjar Nusantara (KGN) tidak menjadikan lembaga survei sebagai indikator utama dalam penerapan strategi pemenangan Ganjar Pranowo khususnya untuk wilayah DKI Jakarta. “Selain melalui berbagai aksi nyata, KGN sudah menyiapkan strategi lain sebagai solusi tersendiri untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.” [Jerimia R Vegas]

See also  Ketua Umum Christian Watch Diminta Menjadi Saksi Ahli Kasus Yahya Walony

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *