DKI Jakarta Banjir, Masyarakat Tuntut Gubernur

Jakarta, chronosdaily.com – Banjir yang melumpuhkan sebagian area di DKI Jakarta mendorong elemen-elemen masyarakat mempertanyakan kinerja Gubernur Anies Baswesan yang sudah tiga tahun memimpin Ibu Kota, salah satunya Generasi Optimis (GO) Indonesia.

GO Indonesia menuntut Anies Baswedan bekerja profesional antisipasi banjir seperti janji kampanyenya. “Ngapain aja kerja Pak Anies Baswedan? Sudah tiga tahun menjabat kok Jakarta malah dapat hadiah banjir dan kelumpuhan ekonomi begini di awal tahun,” kata Sekretaris Jendral (Sekjen) GO Indonesia Tigor Mulo Horas Sinaga.

Horas mendesak Anies lakukan tiga hal, “Pertama, tuntaskan normalisasi dan naturalisasi sungai Ciliwung serta perbaiki sistem drainase kota.”

“Kedua, Pemprov DKI wajib tangani sampah dengan cepat dan serius, serta tingkatkan kesadaran warga Jakarta akan kebersihan,” lanjutnya.

“Ketiga, susun Anggaran Belanja Daerah yang benar-benar sesuai kebutuhan Jakarta bukan berdasarkan keinginan atau yang lain-lain,” ujar Horas.

“Anggaran hampir 100 trilyun harus bisa menjamin Jakarta bebas banjir. Itu uang rakyat, harus dipakai untuk kemaslahatan rakyat. Jangan dibuat yang tidak-tidak, seperti balapan Formula E, lem Aibon, dan bolpen,” tegasnya.

See also  Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi Berharap PUI Dapat Mengontrol Pemerintahannya

Sekjen GO Indonesia melihat masalah banjir di Jakarta perlu kerja sama yang baik antar provinsi DKI, Jawa Barat, dan Banten. Karena ketiga provinsi ini bertalian erat dengan sebab-akibat banjir di Ibu Kota. “Tiga provinsi perlu bersinergi atasi banjir di Jakarta, dalam hal ini saya pikir Presiden Jokowi pun perlu ikut turun tangan, sebab Jakarta adalah Ibu Kota Negara,” kata Horas.

“GO Indonesia optimis Jakarta bisa bebas dari banjir jika ada niat, profesionalitas, dan kerja sama yang baik di antara Gubernur DKI Jakarta, Jabar, dan Banten,” kata Horas.

Kiri: Tigor Mulo Horas Sinaga, Sekjen GO INDONESIA. Kanan: Mangasi Sihombing, Ketua Dewan Pembina GO INDONESIA.

Bukti Kinerja Pemprov

Pada saat yang sama, Ketua Dewan Pembina Generasi Optimis Indonesia, Mangasi Sihombing, menilai Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tidak cakap antisipasi banjir.

“Kami tak mau menyalahkan siapa-siapa, tapi secara obyektif banjir adalah bukti sistem drainase Ibu Kota tidak ideal. Drainase adalah tanggungjawab dan wilayah kerja Pemprov DKI,” tegas Mangasi.

See also  Jamintel Kejaksaan Agung Tegakkan Hukum Berorientasi Suksesi Pembangunan Strategis 

Ia menambahkan, “Iya, memang curah hujan tinggi, dan kalau sampai terjadi banjir hebat seperti ini berarti sistem drainase Jakarta tak bisa menampung air hujan. Inilah yang menuntut Pemprov bekerja lebih profesional dan serius,” kata Diplomat Senior yang pernah menjadi Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI itu.

Mangasi mengaku mengkhawatirkan dampak banjir akan melumpuhkan kegiatan perekonomian Ibu Kota dan menyulitkan aktivitas primer warga.

“Kami tak mau mengkritik kinerja Gubernur Anies Baswesan yang sudah tiga tahun memimpin Ibu Kota dan tak ingin juga kami bandingkan dengan Gubernur Ahok. Pemprov seharusnya antisipasi banjir sejak jauh-jauh hari, karena banjir sudah jelas musimnya. Bisnis dan ekonomi sangat terganggu karena banjir. Saya juga pelaku usaha, jadi bisa rasakan dampak banjir ini,” pungkas Mangasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *