Djamel Belmadi Membawa Aljazair ke Level Atas Sepakbola Dunia

Sepakbola, chronosdaily.com – Aljazair berhasil merebut gelar Piala Afrika 2019 setelah menaklukkan Senegal dengan ‘gol aneh’ Baghdad Bounedjah 0-1. Juara Afrika direbut Aljazair terakhir kali 29 tahun lalu saat menjadi tuan rumah pada 1990. Di laga final di Stadion Internasional Kairo, Sabtu (20/7/2019) melawan Senegal, Baghdad Bounedjah menendang keras bola dan mengenai kaki bek lawan. Kiper Senegal, Alfred Gomis terlihat hanya terdiam ketika bola yang melambung mengarah tepat ke gawangnya sendiri.

Djamel Belmadi, pelatih Aljazair menyatakan bahwa gelar juara Piala Afrika yang diraih timnya merupakan sejarah. Ia menganggap anak asuhnya pantas untuk merebut trofi tersebut. “Ini luar biasa, bersejarah. Gelar ini yang pertama kami raih di negeri orang lain,” kata Belmadi kala itu.

Djamel Belmadi/ebru.co.ke

Sejak menakhodai Aljazair, Belmadi sudah dihadapkan target tinggi untuk anak asuhnya. Bebannya tak mudah karena timnya pernah gugur di babak penyisihan Piala Afrika 2017 dan gagal lolos kualifikasi Piala Dunia 2018. Persembahan Piala Afrika, lanjut Belmadi, merupakan sebuah pesan bahwa Aljazair mampu bersaing di level yang lebih tinggi. Kegembiraan Belmadi bertambah spesial karena gelar Piala Afrika kedua bagi tim Rubah Gurun direbut di negeri orang dan diraih kendati Belmadi belum genap setahun menangani Ajazair. “Saya dan tim berusaha keras. Menempatkan kami di atas dalam waktu 10 bulan, ini menakjubkan,” kata dia.

“Kami adalah negara sepakbola. Di setiap sudut negara kami, orang-orang menggemari permainan sepakbola. Kami adalah negara yang pantas menjadi juara setelah sekian lama,” tegas Belmadi. “Kami adalah negara sepakbola. Di setiap sudut negara kami, orang-orang menggemari permainan sepakbola. Kami adalah negara yang pantas menjadi juara setelah sekian lama,” tegas Belmadi yang diawal selalu diremehkan ini.

Belmadi memiliki reputasi disiplin, dan mampu mengeluarkan kemampuan terbaik dari anak asuhnya. Sentuhan tangan besinya sukses membenahi kekacauan sepakbola Aljazair meski memiliki reputasi bagus, tapi  terkendala kedisiplinan pemain yang buruk. Aksi Belmadi sempat menuai banyak sorotan. baginya, tak ada anak emas, setiap pelanggar disiplin dikenakan sanksi. Beberapa pemain idola Aljazair rontok terbentur aturan ketat yang diterapkan Belmadi.

Sisi positif Belmadi, ia mengenal karakter masing-masing pemain. Hal ini membuatnya tahu bagaimana cara berkomunikasi dengan semuanya. “Jika tidak memiliki juru masak baik, maka Anda tidak bisa punya hidangan baik,” ungkap salah seorang pemain muda Aljazair. Hicham Boudaoui, pemain termuda Aljazair di Piala Afrika, menilai komitmen sang pelatih yang tidak tergoyahkan membuat pemain tenang. Belmadi juga selalu memberikan semangat dan saran kepada setiap pemain. Belmadi juga dikenal tangguh bagai benteng yang tak tergoyahkan. [Jerimia Vegas]

chronosdaily

Author: Roy Agusta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *