Diah W. Srikandi : Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral, Masyarakat Tidak Perlu Terprovokasi

Denpasar, chronosdaily.com –  Dugaan bom bunuh diri di depan gerbang Gereja Katolik Hati Yesus Yang Mahakudus, atau dikenal sebagai Gereja Katedral pada Minggu pagi pukul 10.28 WITA usai misa kedua menuai banyak kecaman. Dua orang yang terduga pelaku bom bunuh diri disebutkan mengendarai sepeda motor DD 5984 MD mencoba masuk ke dalam saat transisi menuju ibadah atau misa ketiga. Dua pelaku menurut keamanan gereja, sudah menjadi perhatian karena mencurigakan. Apalagi ketika memaksa masuk halaman gereja.

Kerasnya ledakan bom memecahkan kaca jendela hotel yang bersebelahan gedung. Warga gereja yang berada di sisi gedung mengalami luka di wajah, leher, dada, tangan dan kaki akibat pecahan kaca. Seluruh korban, data sementara tercatat 14 nama, sudah ditangani di Rumah Sakit Pelamonia.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo minta masyarakat untuk tidak panik, ia telah memerintahkan Kepala Densus 88/AntiTeror Brigjen Marthinus Hukom untuk segera berangkat ke Makassar.

Dari Bali, Wakil Ketua Komisi 3 DPRD Provinsi Bali Dr. IGA Diah Werdhi Srikandi WS. SE. MM., turut menyikapi peristiwa dugaan bom bunuh diri ini. Selain turut mengecam aksi brutal teroris, ia menyampaikan rasa simpati kepada korban dan keluarga juga kepada seluruh masyarakat Katolik.
Meski berada di Bali dan beragama Hindu, sikap kepedulian dan kebersamaan sebagai sesama anak bangsa dalam kebhinnekaan perlu untuk saling merawat kebersamaan dan menjaga Pancasila yang menyatukan setiap perbedaan. Diah W. Srikandi, menyebut peristiwa dugaan bom bunuh diri murni sebagai aksi terorisme.
Menurut Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan ini, “Agama apa pun mengajarkan untuk menghindari aksi kekerasan yang akan menggerus nilai-nilai kemanusiaan dan merugikan banyak pihak. “Aksi terorisme dalam bentuk kekerasan ini yang rawan mengoyak tatanan kehidupan  yang sudah terbina dengan baik.”
“Tegas saya katakan, ini tidak ada sangkut-pautnya dengan agama tertentu. Harapan saya masyarakat di Makassar dan dimanapun tidak terprovokasi. Lebih penting menjaga dan merawat kerukunan dan membangun Indonesia. Presiden sudah perintahkan Kapolri untuk mengusut tuntas jaringan terorisme sampai ke akar-akarnya.”
Sebagai penutup, mantan rektor Universitas Mahendradatta Diah W. Srikandi mengajak seluruh elemen masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kesatuan bangsa, “Saya meyakini aparat kepolisian dapat menuntaskan peristiwa ini,  mengungkap dan meutus jaringan terorisme di Indonesia.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *