Dhimas Anugrah : Waspadai Demam Psikologis Akibat Pandemi

Jakarta, chronosdaily.com – Demam psikologis tampak menjadi realitas tak terhindarkan bagi sebagian besar masyarakat tanah air yang berkarya atau belajar di rumah dalam masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) demi memutus rantai penyebaran virus corona (SARS-CoV-2) atau Covid-19.

Pemerhati sosial Dhimas Anugrah mengatakan, bekerja dari rumah (work from home) atau belajar dari rumah (study from home) pada minggu-minggu awal masa karantina mungkin terasa menyenangkan, tapi setelah lebih dari satu bulan lamanya, maka demam psikologis mulai menjadi ancaman yang tak terhindarkan.

Demam psikologis yang Dhimas maksud adalah perasaan bosan luar biasa yang muncul akibat terlalu lama “terisolasi” dari dunia luar, yang menyebabkan turunnya turunnya produktivitas dan semangat bekerja atau belajar. “Gejala demam psikologis dipicu oleh rasa bosan yang berkepanjangan. Ini sangat berat bagi orang-orang yang terbiasa bergaul atau aktif dalam lingkungan sosial,” ujarnya di Menteng, Rabu (13/5/2020).

Demam psikologis bagi sebagian orang gejalanya antara lain munculnya rasa bosan yang luar biasa, turunnya motivasi bekerja, gelisah, pola tidur tidak teratur, sulit berkonsentrasi, perasaan jadi sensitif, malas, sulit bangun dari tidur, lemah lesu, tidak sabar, merasa sedih bahkan depresi.

See also  Jamdatun Ferry Wibisono dan Jajarannya Siap Raih Predikat Birokrasi Bersih dan Melayani

Jika tidak dikelola, demam psikologis akan bersifat menekan mental seseorang yang berimbas pada produksi kerja atau belajar. Pria yang tergabung di Oxford Center for Religion and Public Life, Inggris itu menyarankan, masyarakat perlu lebih waspada dengan tantangan demam psikologis, mengingat masa PSBB masih harus dilakukan hingga kini. Terkait ini, pengajar di Akademi Pancasila dan Bela Negara itu mengajukan usulan agar demam psikologis tak sampai membahayakan kesehatan mental:

1. Tetap menjalin komunikasi dengan orang-orang dekat secara daring, sekaligus berusaha kreatif dengan aktifitas baru. Berbicara secara daring dengan sahabat, keluarga, ataupun kawan-kawan sekomunitas penting dilakukan. Kegiatan ini niscaya membuat seseorang merasa tetap terhubung dengan dunia luar, sehingga beban psikologis bisa dikurangi.

2. Ekspresikan segala sisi kreatif yang kita miliki, misalnya melakukan hobi kita seperti menyanyi, menggambar, memasak, kerajinan tangan, menjahit, atau bercocok tanam. “Yang terpenting, pikiran kita terjaga tetap semangat demi melawan rasa bosan yang mungkin kita rasakan selama berkarya di rumah,” ujar Dhimas.

See also  Presiden Jokowi Perhatian Dengan Kasus Yang Menimpa Novel Baswedan, Wadah Pegawai KPK Girang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *