Dewan Pimpinan Nasional GERCIN Indonesia Apresiasi Panglima TNI dan KAPOLRI

Jakarta, chronosdaily.com – Dewan Pimpinan Nasional GERCIN (Gerakan Rakyat Cinta Indonesia) mengapresiasi Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab. Apresiasi ini diterima Chronosdaily dari Ketua Umum DPN GERCIN Indonesia Hendrik Yance Udam. Selengkapnya sebagai berikut :

Kami memberikan apresiasi kepada panglima TNI Bapak Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto S.IP dan Bapak Kapolri Profesor Jenderal Tito Karnavian yang telah memberikan kepercayaan kepada Mayjen TNI Herman Asaribab sebagai pangdam XVII Cenderawasih papua dan Irjen Pol Paulus Waterpauw sebagai kapolda papua.

Kedua tokoh militer tersebut adalah merupakan putra terbaik anak asli papua yang memulai karir mereka dari nol di jajaran militer serta kedua tokoh tersebut sangat berperstasi di bidang mereka masing masing sehingga mereka layak untuk menjadi pimpinan militer di papua.

Penempatan kedua tokoh tersebut sudah sangat tempat sekali untuk bisa memulikan situasi kamtibmas yang ada di papua saat kerusaan terjadi dan menjadikan papua tanah damai tampa kekerasan.

Kami harapkan agar supaya seluruh masyarkat yang ada di papua kiranya dapat membantu bersinergi bersama – sama dengan TNI/POLRI untuk menjadikan papua sebagai tanah damai sehingga tanah papua dapat menjadi miniatur indonesia mini dan menjadi rumah besar kita bersama – sama.

Menyangkut statement Juru Bicara KNPB Pusat (Komitee Nasional Pemuda Papua Barat) Ones Suhuniap kepada Republika.co.id, Selasa (24/9). Yang mengatkan bahwa Kapolri sedang memfitnah KNPB tentang aksi kerusuhan di wamena . hal itu sangat keliru sekali sebab tidak mungkin seorang kapolri melakukan fitnah – fitnah politik kepada KNPB tampa ada bukti.

Karena selama ini akun akun simpatisan KNPB kerap membangikan foto – foto berisi orang papua yang terluka dan tewas serta di buat seolah – olah di sebabkan oleh tidakan kekerasan aparat keamanan TNI/POLRI di papua. Sebab kenyataan foto foto tersebut merupakan setingan dan segaja dibuat untuk menimbulkan kebencian di tengah – tengah masyarakat papua.

Kapolri megeluarkan stetment tersebut di karenakan mendapatkan laporan intelejennya yang valid dari intrumen polri maupun TNI . karena KAPOLRI adalah mantan Kapolda papua sehingga beliau
tau tentang kondisi papua serta suana batin orang papua itu sendiri

KNPB yang memang memainkan hal tersebut sebagai motor pengerak, bukan sekedar aksi sponstan, mereka yang memainkan dan memvirakan dan memancing provokasi massa, dan bersembunyi di balik aksi massa alias lempar batu sembunyi tangan seolah olah mereka tidak melakukannya.

Dan hal tersebut di katakan pula oleh sejumlah tersangkah yang sudah di tangkap dan mereka juga sudah berbicara bhawa KNPB merupakan aktor aktor intelektualnya. Untuk itu kami meminta kepada KNPB untuk tidak membangun narasi – narasi yang negatif untuk memfitnah kapolri dalam menjalankan tugas beliau sebagai tangan negara yang hadir di papua untuk melindugi masyarakat papua serta menciptakan kedamain yang ada di tanah papua.

Oleh sebab itu kami juga meminta kepada masyarakat papua maupun non papua untuk bisa berama sama menciptakan kedamian di papua dan jangan terprofokasi dengan berita – berita hoax yang akhirnya dapat meciptakan konflik konflik internal dan eksteral di papua.

Kami juga mengajak kepada seluruh rakyat indonesia terlebih khsusus masyarkat di papu dan papua barat untuk bisa bersama – sama mesukseskan pelantikan presiden dan wakil presiden RI pada hari minggu 20 oktober 2019.

Jakarta, 16 Oktober 2019

Hendrik Yance Udam, Ketua Umum DPN GERCIN INDONESIA

HR Teddy Surya, Sekretaris Jenderal

Author: Roy Agusta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *