Dewan Pers Responi Adanya Laporan Media-Media Tak Kredibel Menyebar Hoax di Riau

Jakarta, chronosdaily.com – Dewan Pers segera akan menindaklanjuti laporan adanya media-media dan atau situs berita yang tidak kredibel di Riau. Paling tidak, ada lim asitus berita yang dilaporkan dan diduga menyebarkan hoax mengenai konerja pembangunan pelabuhan di Bagansiapiapi, Rokan Hilir (Rohil), Riau, yang dilaporkan ke Dewan Pers di Jakarta.

Atas laporan itu, anggota Dewan Pers,  Jamalul Insan menyampaikan, laporan sudah diteruskan ke bagian pengaduan. “Saya sudah teruskan ke bagian pengaduan ya,” ujar Jamalul Insan, Jumat (07/02/2020). Uci, Dewan Pers lainnya juga  menyatakan, laporan itu sudah disampaikan ke bagian pelaporan Dewan Pers untuk ditindaklanjuti. “Sudah ke Pak Syariful, Kabag Pengadian Dewan Pers,” ujar Uci.

Kepala Bagian Pengaduan Dewan Pers, Syariful menyampaikan, laporan akan segera ditindaklanjuti. “Akan segera saya tindaklanjuti ke Tim di Komisi Pengaduan,” ujar Syariful. Syariful mengatakan, pertama-tama dirinya akan mengecek laporan itu terlebih dahulu, untuk selanjutnya diteruskan ke bagian yang memiliki kewenangan sesuai porsi laporan dan pengaduan.

“Pertama-tama, saya akan cek dulu apakah sudah masuk ke analisa berita. Dan apabila berita tersebut masuk dalam konten karya jurnalistik, maka selanjutnya Tim akan mengundang yang berperkara. Namun, apabila Dewan Pers menilai ini tidak masuk dalam kategori karya jurnalistik, maka kami akan memutuskan dalam bentuk surat. Demikian mekanismenya,” ujar Syariful.

See also  Istilah Saja Bikin Bingung Buruh dan Rakyat Kecil, Kebijakan New Normal Tidak Tepat

Sebelumnya, dikarenakan pemberitaan yang diduga berisi hoax dan merugikan pihak yang disebut di dalam berita, lima media online yang menayangkan pemberitaan tentang Proyek Pembangunan Lanjutan Pelabuhan Bagan Siapiapi Kabupaten Rokan Hilir diadukan ke Dewan Pers di Jakarta.

Kuasa Hukum PT Multi Karya Pratama, Rapen AMS Sinaga menyampaikan, kliennya protes keras dengan sejumlah pemberitaan yang isinya hoax dan sangat merugikan pihak PT Multi Karya Pratama sebagaimana disebutkan di dalam pemberitaan itu. “Paling tidak sampai saat ini ada 5 media yang sudah kami laporkan ke Dewan Pers di Jakarta. Kami sudah melaporkan media-media itu pada 31 Januari 2020 di Jakarta,” tutur Rapen AMS Sinaga.

Rapen AMS Sinaga
chronosdaily
go

Media- media yang dilaporkan ke Dewan Pers itu adalah Situs berita www.harianberantas.do.id yang bernaung di PT Berantas Pers Group, dengan menurunkan berita berjudul Kontraktor PT Multi Karya Diduga Tak Becus Kerjakan Proyek Pelabuhan di Rohil, yang dipublis pada tanggal 19 Juni 2019. Link: http://www.harianberantas.co.id.

Kedua, situs berita www.gopesisir.com yang bernaung di PT Pesisir Media Prima, beralamat di Jalan Bulan, Kelurahan Bagan Hulu, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau. Yang menurunkan berita berjudul Dugaan Korupsi, Nathan & Tito Di Periksa Kejari Rohil, dan dipublis pada tanggal 22 Agustus 2019. Link: https://www.gopesisir.com.

See also  PPKM Skala Mikro Efektif Turunkan Kasus Covid-19

Ketiga, situs berita www.pantauriau.com, yang bernaung pada PT Pantau Mediya Jaya, beralamat di Jalan Sudirman, Kota Dumai, Riau, dengan menurunkan berita berjudul Ada Apa Dengan Proyek Kesyahbandaran Bagansiapiapi. Dipublis pada tanggal 1 Januari 2019. Link: https://pantauriau.com.

Keempat, situs berita www.siagaonline.com, yang menurunkan berita berjudul Lanjutan Pembangunan Pelabuhan Internasional Di Bagansiapiapi Bernilai 20 M. Berikut Pernyataan Pihak Terkait, yang dipublis pada Kamis 09 Agustus 2018. Link: http://www.siagaonline.com/read-508-10167-2018-08-09-internasional-di-bagansiapiapi-bernilai-20-m-berikut-pernyataan-pihak-terkait.html.

Lima, situs berita www.riaulink.com, yang memuat berita berjudul Giliran Pejabat Kemenhub dan Direktur PT MKP Diperiksa Kejari Rohil, dipublis pada Kamis, 22 Agustus 2019. Link: Giliran Pejabat Kemenhub dan Direktur PT MKP Diperiksa Kejari Rohil.

Leave a Reply

Your email address will not be published.