DAMRI Hubungkan Transportasi ke Pelosok Indonesia

 

Jakarta, chronosdaily.com – DAMRI Perintis adalah salah satu segmen usaha yang dilayani DAMRI, merupakan layanan angkutan di beberapa rute pelosok tanah air, yang berada di wilayah 3 TP (Tertinggal, Terluar, Terpencil, dan Perbatasan). Sebagaimana amanat Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, DAMRI menjalankan fungsinya sebagai “agent of development”.

Kepala Divisi Sekretariat Perusahaan DAMRI Sidik Pramono mengatakan Layanan Angkutan Perintis mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap mobilitas masyarakat di wilayah 3 TP, tersedianya transportasi sangat menunjang aktivitas masyarakat yang secara tidak langsung dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi baik regional maupun nasional. Perkembangan Angkutan Perintis yang dilaksanakan tidak terlepas dari kebijakan yang diterapkan dalam pelaksanaan serta kebijakan stakeholder lain sebagai penunjangnya.

Melayani kurang lebih 316 trayek di 32 Provinsi Indonesia, DAMRI Perintis menjembatani konektivitas di Aceh, Medan, Pekanbaru, Padang, Batam, Bandung, Serang, Cilacap, Pangkal Pinang, Bengkulu, Jambi, Palembang, Banjarmasin, Palangkaraya, Samarinda, Tanjung Selor, Ponorogo, Banyuwangi, Jayapura, Biak, Serui, Sarmi, Halmahera, Sorong Selatan, hingga Merauke.

See also  Pengurus Baru FKUB 2019-2024 Dilantik Anies Baswedan : Bukan Sekadar Tempelan Tugas

“Melalui layanan tersebut, DAMRI membantu memenuhi kebutuhan masyarakat akan transportasi, sehingga mempermudah untuk mewujudkan sistem transportasi yang berkelanjutan (sustainable transport).” ujar Sidik

Dalam pelaksanaan angkutan perintis, DAMRI mendapatkan dana Public Service Obligation (PSO). Sebagian besar dana tersebut dialokasikan di daerah Indonesia bagian timur. Hal tersebut didorong oleh kebutuhan biaya operasional yang tinggi, seperti untuk membantu membuat jembatan, sewa alat berat, serta evakuasi bus perintis yang terperangkap medan yang berat. Selain itu, dana PSO juga dialokasikan di Indonesia bagian barat, yaitu untuk membantu melewati tantangan yang berbeda seperti di Mendanau, Kabupaten Belitung, di mana bus perintis harus dinaikkan ke kapal kayu untuk dapat menyeberang ke Pulau Mendanau.

“DAMRI berharap layanan ini dapat terus terlaksana sehingga mampu meningkatkan konektivitas dan aksesibilitas yang dapat memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat di kawasan 3TP tersebut.” tutup Sidik. [Kemenbumn]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *