Ketua Umum Christian Watch Diminta Menjadi Saksi Ahli Kasus Yahya Walony

Jakarta, chronosdaily.com – Jaga Kawal Kekristenan Indonesia (JKKI) atau Christian Watch Indonesia, Senin (4/11) siang mendatangi kantor Bareskrim, Jakarta. Kedatangan ke Mabes Polri itu dimaksudkan untuk menjadi saksi ahli dari kasus Yahya Walony yang telah menghina umat Kristen ketika yang bersangkutan menyampaikan ceramah di Masjid Jenderal Sudirman WTC, Jakarta pada 22 Agustus 2019 lalu.

Ketua Umum JKKI/CWI Pendeta Joshua Tewuh berama Pendeta Ezra Alfred Soru memberikan kesaksian ke Bareskrim Mabes Polri atas  penghinaan yang disampaikan dalam ceramahnya. “Kedatangan kami untuk menjadi saksi ahli ke pihak Bareskrim untuk atas kasus ceramah Yahya Walony pada 22 Agustus 2019 lalu,”kata Joshua pada Chronos.

Kasus Yahya Walony masuk dalam laporan pengaduan ke kepolisian dengan lima pernyataan yang menjelekan agama Kristen ketika ia  berceramah. Lima pernyataan dalam ceramah itu dinilai menistakan, yaitu 1. Penistaan Agama Kristen;
2. Pencemaran nama baik Ulama
Kristen (Para Pendeta);
3. Penipuan publik untuk gelar
Pendeta, Ketua Sinode Gereja
dan Rektor STT serta
Doktor Teologi gadungan;
4. Merancang Permufakatan
jahat untuk melakukan
penghinaan dan pendiskreditan
secara TSM untuk
menghancurkan Kekristenan
di seluruh Indonesia.

Pernyataan-pernyataan dalam ceramah itulah yang menuai protes yang menyebakan Walony dilaporkan ke pihak berwenang. Hasil penyidikan juga ditemukan bahwa ada niat terselubung Yahya Waloni yang diakuinya dalam video ceramahnya untuk menghancurkan kekristenan di Indonesia secara terstruktur, sistematis dan masif.

Hasil kesaksian itu, tambah Joshua, dapat digunakan oleh pihak kepolisian untuk menentukan penyidikan selanjutnya.  “Kami berharap hadirnya kami sebagai saksi atas kasus ini dapat menunjukan agar orang tidak sembarangan menyampaikan ceramah yang isinya menghasut, menjelekan agama tertentu dan berhati-hati saat menyampaikan di depan publik. Kami berkomitmen teguh untuk bersama-sama menjaga dan mengawal serta   mengadvokasi kekristenan Indonesia dari pihak-pihak yang ingin merusak kepercayaan kelompok tertentu dan kami mohon dukungan doa untuk hal ini, “ tegasnya. (ars)

Author: Roy Agusta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *