Bulan PI dan Misi Gereja Bethel Indonesia 2019

Jakarta, chronosdaily.com – “Ini aku Tuhan, utuslah aku” [Yesaya 6:1-8] adalah tema bulan PI dan Misi GBI Tahun 2019 yang dicanangkan oleh kepengurusan Badan Pekerja Harian Gereja Bethel Indonesia 2019-2023.

Atas dasar nats tersebut, setiap pejabat GBI perlu memiliki sebuah kerelaan dan kesiapan untuk melayani. Hal itu sejalan dengan tema Sidang GBI XVI pada tanggal 27-30 Agustus 2019 di SICC Sentul, Babakanmadang, Kabupaten Bogor, Jawa-Barat dan visi Om Ho [Pdt. Alm. H.L. Senduk], Bapa serta pendiri GBI yaitu mencapai 10.000 jemaat GBI.

Ketua Umum BPH GBI, Pdt Dr Rubin Adi Abraham mengatakan bahwa Allah yang hati-Nya terfokus pada jiwa-jiwa terhilang jharus mengutus Anak Tunggal-Nya sebagai pokok keselamatan dan melibatkan kita sebagai alat-Nya. Hal itu tampak dalam kisah panggilan Allah terhadap Yesaya. Dia melihat sebuah bangsa yang bobrok moralnya, keras hati dan berat telinga untuk mendengar. Allah merindukan seseorang untuk diutus ke tengah-tengah bangsa yang terhilang. Yesaya menyadari bahwa ia seorang yang najis bibir dan tidak layak menunaikan tugas itu. Tetapi ketika kekudusan Allah menyentuhnya dan dilayakkan oleh-Nya, dengan tegas ia menyahut, “Ini aku, utuslah aku!” (Yesaya 6:8)

Sebagai gereja yang misioner, GBI menangkap denyut nadi kerinduan Allah ini sebagai hal yang wajib dilaksanakan. Kita yang telah ditebus dan diselamatkan melalui karya misioner Kristus di atas kayu salib, tentu memiliki kerinduan senada dengan Yesaya. Kitalah yang diutus Tuhan untuk menjadi terang bagi bangsa ini.

Pdt Rubin Adi menegaskan untuk menggelorakan semangat menjangkau jiwa-jiwa terhilang tersebut, maka di sepanjang Bulan Oktober 2019 ini GBI menetapkannya sebagai bulan PI dan Misi GBI dan mendorong agar semua terlibat dalam kegerakan ini agar Great Harvest bukan hanya menjadi slogan, tetapi pelaksanaannya menjadi perhatian serius bagi setiap kita. Kiranya kita bergerak bersama agar IMPLEMENTASI MISI DAN PEMURIDAN dapat terwujud ketika kita melakukannya dengan keSEHATIan.

Pdt Gilbert Lumoindong sebagai Ketua 1 Bidang PI dan Misi BPH GBI menyatakan, untuk menyambung thema Sidang Sinode kita ke XVI “Great Harvest” serta visi Om Ho, Bapa serta pendiri Gereja kita GBI, yaitu 10.000 jemaat GBI; maka “kerelaan” serta “kesiapan” ini, sangat diperlukan oleh setiap pejabat GBI.
Karena itu, disaat kita merayakan HUT GBI ke 49, mempersiapkan HUT emas 50 tahun GBI, tahun depan, harapan dan doa kita semua, biarlah:
1. Kita rela dan siap memiliki hati penginjilan dan missi
2. Kita rela dan siap untuk memberi perhatian dalam pelayanan Gereja kita terhadap penginjilan dan missi
3. Kita rela dan siap “menabur” untuk pelayanan dan missi
4. Kita rela dan siap bekerja keras bahkan berkorban demi Kristus melalui pelayanan penginjilan dan missi.
5. Kita rela dan siap bergandengan tangan dengan sehati dalam tugas penginjilan serta Missi, untuk “mengosongkan neraka” dan memenuhi sorga.

Yohanes 4:35 Bukankah kamu mengatakan: Empat bulan lagi tibalah musim menuai ?. Tetapi Aku berkata kepadamu:
Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai….”, merupakan dasar panggilan tertinggi dari Tuhan Yesus bagi pejabat GBI untuk menjadi penuai-penuai yang luar biasa pada momen penuaian.

Keluarga besar GBI perlu memahami dan melaksanakan Amanat Agung. Berdasarkan survei George Barna bahwa di USA terdapat 17% jemaat yang memahami Amanat Agung. Sebaliknya 63 % jemaat tidak mengetahui apa itu Amanat Agung. Injil adalah kabar baik, kabar suka-cita, karena dunia ini terdapat banyak kabar duka-cita. Sebaliknya, kabar baik akan melawan kabar bohong [hoax], disintegrasi bangsa. Kabar baik yang berfungsi memindahkan manusia berdosa dari neraka menuju ke Surga dan memperoleh hidup kekal.Pewartaan kabar baik bisa diaplikasikan melalui kehadiran orang percaya, hamba Tuhan sebagai garam dan terang dunia dan berbuat kebaikan buat lingkungan sekitar.
Amanat Agung disejajarkan kembali menjadi bagian gaya hidup sehari-hari. PI dan Misi dilanjutkan dengan langkah pemuridan sehingga orang yang sudah terselamatkan mendalami akar-akar iman.

Sementara itu Pdt Djohan Handojo M.Th selaku Ketua 2 Bidang Pengembangan Misi BPH GBi menyatakan, “Saya ingin menekankan, sadar atau tidak bhw di GBI lah Urapan / jubah kerasulan TUHAN sudah kenakan untuk kita semua..”
Kalau kita bisa berkembang, bergairah dan bergerak menuai jiwa2 di Indonesia dan bahkan menjangkau ke bangsa2, Itu karena spirit/ semangat Apostolik yg terus bekerja yg telah ditanamkan oleh Founding Father GBI/ Dr HL Senduk., sehingga pelayanan GBI bisa seperti pelayanan Gereja mula2. Tidak sempurna tapi sedang menuju kesana.. Gereja seperti yang TUHAN YESUS sendiri bangun.
Pdt Djohan Handojo memotivasi agar kita semua disetiap bulan Oktober bangkit kembali dengan :
1. Semangat Missioner,
bermisi – menjangkau jiwa2 disemua generasi.. Mendewasakan dan menjadikan mereka murid KRISTUS.

2. Semangat Apostolik. Seperti para rasul di gereja mula2 yg pergi untuk : menerobos/ breakthru, membuka ladang2 baru, melatih dan memberdayakan Orang2 potensial utk menuai, membangun rumah2 doa untuk selanjutnya, membapai dan mengayomi
lahirnya gereja2 baru .
3. Semangat memulai pelayanan2 misi transformasi kerajaan Allah disegala “Sphere” Bidang2 kehidupan Gereja dan masyarakat yang ada di komunitas- kota dan bangsa dimana kita ditempatkan..
“Datanglah Kerajaan MU di Bumi seperti di surga.”

Untuk merayakan bulan PI & Misi GBI 2019 BPH GBI melalui Ketua 1 Bidang PI dan Misi yang membawahi Departemen Penginjilan dan Pemuridan telah menyusun materi khotbah dengan 10 tema khotbah (dipililh 4) tentang PI dan Misi dalam bentuk e-book untuk dikhotbahkan di ibadah raya Minggu gereja lokal GBI seluruh dunia selama bulan Oktober 2019.

chronosdaily

Author: Roy Agusta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *