Banjir Bandang Melanda, Buruh dan Rakyat Kecil Muak Dengan Perdebatan Para Pejabat

Jakarta, chronosdaily.com – Buruh dan rakyat kecil muak dengan perdebatan-perdebatan yang dipertontonkan pejabat dan para pendukungnya. Persoalan penanganan bencana banjir bandang di wilayah Jabodetabek harus ditangani serius, bukan malah diperdebatkan. Demikian pula, persoalan kekeringan di sejumlah daerah tahun lalu, mestinya ditangani dengan seksama.

Sekjen Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Andi Naja FP Paraga menyampaikan, persoalan-persoalan itu kini malah sebuk diperdebatkan. Seharusnya kerja keras, kebersamaan dan juga solusi yang gigih yang harus dilakukan. “Muak dengan perdebatan-perdebatan yang ada. Seharusnya mencari solusi yang efektif,” tutur Andi FP Paraga, Minggu (05/01/2020).

Sekjen Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Andi Naja FP Paraga

Andi menuturkan, seorang teman menyampaikan Mall Taman Anggrek di Jakarta Barat sejak banjir melanda spontan mematikan listriknya karena basement mall terendam bahkan kondomoniumnya ditinggal penghuninya. “Mall ini mempekerjakan buruh dalam jumlah besar. Tentu untuk sementara waktu kehilangan penghasilan. Dan pada saat yang sama, rumah kontrakan mereka pun terkepung banjir,” ujar Andi.

See also  Nakes Mulai Kelelahan Lakukan Tracing

Demikian pula, pasar-pasar tradisional yang menyediakan sayur mayur mengerang. Karena mobil-mobil pengangkut sayur-sayuran dari Tangerang, Bekasi dan Bogor masih kesulitan memperoleh sayur dari petani.

Bahkan, lanjutnya, seorang Pedagang Mie Rebus di Pasar Senen yang memakai produksi sebuah pabrik mie di Tangerang sudah kehabisan stok. Pekerja-pekerja bangunan pun memilih tidak bekerja untuk sementara, karena bekerja di tempat terbuka di musim penghujan bisa memberi resiko yang fatal. “Rakyat kecil dan buruh tentu sangat bergantung pada kondisi alam yang normal. Pengusaha pemilik industri apapun jika banjir berhari-hari tentu tidak bisa memproduksi barang atau jasa dengan maksimal. Semua sektor mengalami persoalan pelik disebabkan banjir awal Tahun 2020,” katanya.

Menurut Andi, buruh dan rakyat kecil juga menganggap permasahan banjir bukan permasalahan kecil, karena itu butuh tindakan nyata. “Diskusi dan perdebatan di ruang-ruang publik tidak bisa menghibur nasib para korban banjir. pengusaha, rakyat kecil dan buruh tentu membutuhkan aksi cepat dan tanggap,” jelasnya.

Jakarta juga bukan wilayah satu-satunya yang merasakan pahitnya musibah banjir awal tahun ini. Hal yang sama terjadi di sebahagian Jawa Barat, Banten hingga Nusa Tenggara Barat (NTB).

See also  Relasi Natal dan Pancasila Menurut Pemuda Kristen

Beberapa Kota/Kabupaten yang tanggap menghadapi banjir, seperti Kota Surabaya dan Kota Semarang tentu bisa tersenyum. Bahkan kota-kota Se-Jawa Tengah dan Jawa Timur, walaupun banjir namun surutnya sangat cepat.

“Kepanikan terbesar justru di Jakarta, Jawa Barat dan Banten karena memang beberapa titiknya sangat parah,” lanjutnya. Memang, lanjut Andi, banjir menjadi musibah tahunan, tapi lucunya beberapa bulan sebelumnya kekeringan melanda beberapa daerah. Akibatnya, rakyat kekurangan air, bahkan masyarakat petani menderita gagal panen.

chronosdaily
go

“Kapan banjir menjadi anugrah sehingga masyarakat yang kekeringan air di musim kemarau dan petani gagal panen terselamatkan karena pemerintah mampu mengelola banjir menjadi anugrah. Sampai kapan bangsa ini tidak berdaya mengatasi banjir,apakah menunggu sampai kita semua menjadi korban banjir. Allahu A’lam bisshowab,” jelasnya.

Sayangnya, masih ada pihak yang tidak sepakat untuk satu solusi mengatasinya. Sehingga yang dikorban lagi-lagi rakyat kecil,buruh dan masyarakat luas. Pejabat pun berbeda dalam memberi solusi. Okelah, andaipun berbeda tapi solusi itu sudah dikerjakan dan memang hasilnya mampu mengatasi banjir tentu bukan masalah. “Tapi beda solusi dan tak satupun solusi itu dikerjakan tentu sangat menyakiti hati rakyat. Rakyat tidak ingin melihat pemerintah berdebat tapi bekerja,” tutur Andi FP Naja.

See also  Kembali ke Core Business, Lima BUMN Lakukan Konsolidasi Bisnis Hotel

Kini, harapnya, langkah nyata pemerintah sangat ditunggu oleh rakyat Indonesia secepat-cepatnya. Bahkan sudah harus terwujud dalam waktu dekat di saat musim hujan ini. “Kendala tekhnis dan lain-lain itu urusan pemerintah. Dan rakyat tidak perlu lagi dibebankan mendengar kendala tekhnis ini itu. Beban Rakyat Kecil dan Kaum Buruh sudah terlampau banyak,”pungkasnya. [Jon]

Leave a Reply

Your email address will not be published.