Bahas Sawit, Aktivis Jaringan Indonesia Muda Gelar Meeting Gathering di Bogor

Bogor, chronosdaily.com – Ratusan mahasiswa dan pemuda yang merupakan aktivis Jaringan Indonesia Muda (JIM) berkumpul dan menggelar Meeting Gathering 2019. Mereka membahas persawitan Indonesia dengan segala problematika dan upaya pencarian solusi.

Ketua Umum Jaringan Indonesia Muda (JIM), Arsyad Prayogi menuturkan, Meeting Gathering ini digelar di Kinasih Resort and Conference, Puncak, Bogor. Dilakukan dari 20 November hingga 22 November 2019. “Jaringan Muda bersama-sama dengan mahasiswa yang tergabung dari berbagai Universitas, Perguruan Tinggi se-Jabodetabek, sebagai penyelenggara dan peserta Meeting Gathering 2019 ini, membahas sawit,” tutur Arsyad Prayogi, Jumat (22/11/2019).

Dia mengungkapkan, pertemuan berupa Lokakarya Dan Meeting Gathering 2019, bertema Satukan Langkah Untuk Sawit Indonesia, yang dilakukan oleh Jaringan Indonesia Muda (JIM) bekerja sama dengan Badan Pengolahan Dana Perkebunan Kepala sawit (BPDP-KS). Kegiatan juga menggandeng Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (GAPKI). “Kita menghadirkan sejumlah pemateri dan pembahas dari BPDP, GAPKI, dan Media. Dari Media ada Mantan Pimred Majalah Tempo,” ujar Arsyad Prayogi.

Acara yang dimulai pada Rabu siang, 20 November 2019, dibuka oleh Kepala Divisi Perusahaan Badan Pengolahan Dana Perkebunan Kepala sawit (BPDP-KS), Achmad Maulizul Sultawijaya. Dirangkai dengan sambutan dan pemaparan dari Wakil Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (GAPKI) A Achmad Supriyanto, Ketua Umum Jaringan Indonesia Muda (JIM) Arsyad Prayogi dan Mantan Pimpred Majalah Tempo Wahyu Mulyadi.

See also  Pangdam IX/Udayana Apresiasi Kegiatan Bakti Merah Putih 2019

Acara yang berlangsung selama 3 hari dua malam, dilanjutkan dengan penyampaikan materi dan pembahasan-pembahasan dari para narasumber. Kepala Divisi Perusahaan Badan Pengolahan Dana Perkebunan Kepala sawit (BPDP-KS), Achmad Maulizul Sultawijaya menyampaikan materi Peluang dan Tantangan Sawit Indonesia.

Dia menjelaskan, tantangan saat ini adalah harus menyertakan prinsip-prinsip Sustainabel Devleopment Goals (SDGs) sebagaimana diinstruksikan oleh Badan Dunia, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). “Tantangannya saat ini, harus menyertakan prinsip-prinsip SDGs dalam proses bisnis perusahaan kelapa sawit,” ujar Achmad Maulizul.

Dia mengatakan, kinerja produksi kelapa sawit Indonesia selama ini dihasilkan oleh sekitar 14,3 juta hektar perkebunan kelapa sawit. Dengan perusahaan perkebunan kelapa sawit sebagian dilakukan oleh swasta sebanyak 54 % dan masyarakat sebanyak 41 %. “Dengan demikian, segala upaya pembangunan kelapa sawit Indonesia, harus memperhatikan masukan dan peran pihak swasta dan perkebunan masyarakat skala kecil,” tuturnya.

Achmad Maulizul menambahkan, peran stakeholders sangat penting dalam penerapan pripsip no one left behind, dan inklusivitas di sector perkebunan kelapa sawit dalam pelaksanaan SDGs. [Jon]

See also  Seratus Paket Sembako Untuk Warga Pejagalan, Jakarta Utara

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *