Bagaimana Peluang 11 Parpol Baru di Pentas Pemilu 2024?

Jakarta, chronosdaily.com – Pasca Pilpres 2019, tercatat sementara 11 partai politik baru hadir di pentas politik  untuk menghadapi Pemilu 2024. Sementara pada Pemilu 2019 lalu KPU hanya meloloskan 16 dari 27 partai yang mendaftar sebagai peserta pemilu. Dari jumlah itu hanya empat partai baru yang berhasil lolos verifikasi, yakni Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Perindo, Partai Berkarya, serta Partai Garuda.
Sepanjang Tahun 2021, setidaknya ada sejumlah parpol baru dideklarasikan, yaitu Partai Indonesia Gelora (Partai Gelombang Rakyat), Partai Ummat, Partai Rakyat Adil Makmur (Partai Prima), Partai Buruh, Partai Kebangkitan Nusantara, Partai Indonesia Damai, Partai Masyumi Reborn, Partai Indonesia Terang, Partai Negeri Daulat Indonesia (Partai Pandai), Partai UKM (Partai Usaha Kecil Menengah), Partai Emas (Partai Era Masyarakat Sejahtera)
Setahun setelah berdiri, Partai Gelora mengklaim telah melengkapi kepengurusan di seluruh provinsi, 514 kabupaten/kota dan sekitar 88 persen kecamatan di seluruh Indonesia. Pengurus Gelora tingkat provinsi diisi oleh bekas koleganya di Partai PKS. Ia mencatat sekiranya ada 550 ribu anggota dari target 1 juta anggota yang sudah terkumpul. Agar bisa melewati persyaratan KPU dan ambang batas parlemen, Partai Gelora menargetkan 2000 anggota di tiap kecamatan. (Jaring.id).
Partai Buruh yang dikomandani Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia, Said Iqbal disebut telah menargetkan perolehan 15-20 kursi DPR pada Pemilu 2024 mendatang. Partai ini mendapat dukungan dari 11 organisasi, yakni Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI), Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Organisasi Rakyat Indonesia (ORI), KSPI, Serikat Petani Indonesia (SPI), Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI), Federasi Serikat Pekerja Kimia Energi Pertambangan (FSPKEP), Federasi Serikat Pekerja Farmasi Kesehatan (FSB Farkes), Forum Pendidik Tenaga Honorer dan Swasta Indonesia (FPTHSI), serta Gerakan Perempuan Indonesia (GPI)
Sebelas partai baru tersebut bila lolos verifikasi akan bergabung dengan 14 partai politik lainnya yaitu : Partai Kebangkitan Bangsa (PKB); Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra); PDI Perjuangan (PDIP); Partai Golkar; Partai Nasdem; Partai Gerakan Perubahan Indonesia (Garuda); Partai Beringin Karya (Berkarya); Partai Keadilan Sejahtera (PKS); Partai Persatuan Indonesia (Perindo); Partai Persatuan Pembangunan (PPP); Partai Solidaritas Indonesia (PSI); Partai Amanat Nasional (PAN); Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura); dan Partai Demokrat.

See also  Presiden Jokowi Buka IIMS Hybrid Tahun 2021 secara Virtual
Bermunculannya partai berbasis agama tidak secara langsung diminati karena kesamaan agama, semisal partai berbasis agama Islam. Optimisme berlebihan bahwa umat Islam otomatis akan memilih partai bercorak Islam. Kenyataannya, umat Islam banyak yang mencoblos partai nasionalis atau non-Islam. Kemunculan partai baru nasionalis juga akan sulit bersaing karena sebagian besar partai yang sudah eksis berlabel “nasionalis”.
Partai baru bisa berpotensi menjadi kuda hitam sangat bergantung pada kekuatan internal  dan konsep yang ditawarkan seperti yang pernah dilakukan oleh Partai Gerindra, Partai Nasdem dan Partai PSI di awal kemunculannya.

chronosdaily
go
Partai baru menjadi sangat bergantung pada kekuatan pendanaan dan figur nasional dengan kharsima yang kuat dan dapat dijadikan alat untuk mendulang suara.  Oleh sebab itu, kehadiran partai baru bisa pragmatis dan menjadi penggembira. Ketika mereka menyadari tak memiliki kesempatan lolos ke parlemen, mereka memilih bergabung sebagai koalisi partai penguasa, dan berharap mendapatkan jatah kursi sebagai pejabat publik.

Berdasarkan Pasal 414 ayat (1) UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, setiap partai politik peserta pemilu mesti memenuhi ambang batas perolehan suara minimal 4 persen dari total suara sah secara nasional, agar bisa mendapatkan kursi sebagai anggota DPR.

See also  Pelajari Budaya Indonesia, Mother Theresa Catholic College Kunjungi KJRI Perth
Pengalaman tahun 2019 banyak partai baru yang bertumbangan selain gagal saat verifikasi administratif, juga tersandung ambang batas yang telah ditetapkan. Tercatat dari 16 partai yang menjadi peserta, hanya 9 partai yang berhasil lolos ke DPR RI. Partai yang tidak lolos yakni, Partai Persatuan Indonesia, Partai Berkarya, PSI, Partai Hanura, PBB, Partai Garuda, dan PKPI. Bahkan rata-rata perolehan suara mereka tak melebihi 3 persen.

Menukil laman Tempo perihal penyelenggaraan pemilihan umum, disebutkan bahwasanya pemungutan suara pada Pemilu 2024 disepakati akan digelar pada 14 Februari 2024. Jadwal ini merupakan hasil kesepakatan antara Komisi II DPR RI bersama Pemerintah, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu). Komisi pun telah membuat rancangan tahapan dan jadwal pemilu.
“Penyelenggaraan pemungutan suara Pemilu serentak untuk memilih presiden dan wakil presiden, anggota DPR RI, DPRD provinsi, DPRD kabupaten/kota, serta anggota DPD RI dilaksanakan pada Rabu, 14 Februari 2024,” kata Ketua Komisi II DPR, Ahmad Doli Kurnia, saat membacakan kesepakatan rapat, Senin, 24 Januari 2022 (Tempo.co/27/01/2022).
Adanya rumor penyelenggaraan Pemilu 2024 menjadi “Pemilu 212” karena sebelumnya sempat diusulkan pemungutan suara dilakukan tanggal 21 Februari 2024, Komisi Pemilihan Umum (KPU) tegas menyampaikan ketika itu masih berpegang pada dua opsi skenario tentang tanggal Pemilu 2024. Pernyataan itu merespons isu soal politisasi tanggal Pemilu 2024, yaitu 21 Februari, menjadi “pemilu 212”.

Leave a Reply

Your email address will not be published.