Azas Tigor Nainggolan : Kesombongan Seorang Anies Baswedan

Azas Tigor Nainggolan/industry.co.id

KESOMBONGAN SEORANG ANIES BASWEDAN

Pak Saefullah, Sekda Pemprov. DKI Jakarta yang wafat karena positif Covid 19 tadi siang dibawa ke balai kota Jakarta. Seseorang yang dinyatakan meninggal karena positif Corona seharusnya langsung dibawa dan dimakamkan segera sesuai protokol kesehatan masa pandemi Covid 19.

Informasi yang didapat jenasah Saefullah dibawa untuk mendapatkan penghormatan terakhir. Pertanyaannya, kenapa jenazah Pak Saefullah, Sekda Jakarta yang meninggal harus dibawa ke Balai Kota? Bukannya jenazah yang meninggal karena positif Covid 19 langsung dimakamkan ke TPU?

Jika memang ingin memberi penghormatan terakhir, kenapa tidak Anies Baswedan sebagai Gubernur Jakarta yang datang menghampiri jenasah almarhum ke rumah sakit.

Cara Anies Baswedan meminta membawa jenazah almarhum Saefullah mencerminkan sebagai kesombongan dan arogansi seorang atasan terhadap bawahannya.

Apalagi ini masa pandemi dan almarhum wafat karena positif Covid 19, jelas sudah ada protokol kesehatan yang mengharuskan setiap jenasah yang wafat karena positif Covid 19 harus langsung dibawa untuk dimakamkan di TPU?

Apalagi saat di balaikota terjadi penumpukan dan kerumunan orang yang datang dan ingin melihat memberikan penghormatan terakhir ke alamarhum.

Jelas kejadian tadi menjadi klaster penyebaran Covid 19. Perilaku kesombongan Anies sebagai atasan terhadap bawahannya ini sangat membahayakan dan menyebarkan Covid 19 serta melanggar hukum.

Sikap ini juga membuktikan bahwa Anies Baswedan tidak peduli dan tidak memiliki komitmen melindungi warga Jakarta. Anies Baswedan, sebagai Gubernur Jakarta hanya menjadikan masa pandemi Covid 19 ini sebagai panggung kekuasaan dan panggung kesombongan sekaligus panggung pencitraan.

Menteri kesehatan dan ketua gugus tugas penanganan Covid 19 harus menegur keras perilaku Anies Baswedan tersebut karena melanggar protokol kesehatan, melanggar hukum dan membahayakan rakyat.

Juga memerintahkan semua yang hadir di balaikota tadi untuk diperiksa dan diwajibkan karantina 2 minggu di rumah sakit seperti yang dikatakan Anies Baswedan saat menetapkan Jakarta kembali ke PSBB awal pada hari Minggu 13 September 2020.

 

 

Jakarta, 16 September 2020
Azas Tigor Nainggolan
Ketua FAKTA.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*