APBN : Hadirkan Pancasila dalam Sepakbola Indonesia

Sepakbola, chronosdaily.com – Council Meeting Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) yang berlangsung di Shanghai, Tiongkok telah memutuskan Indonesia akan menjadi tuan rumah kejuaraan sepak bola Piala Dunia U20 tahun 2021. Dalam pencalonan tuan rumah Piala Dunia U20, Indonesia berhasil menyisihkan Brasil dan Peru.

Menjadi tuan rumah Piala Dunia U20 adalah berkat bagi bangsa Indonesia karena dipercaya oleh masyarakat olahraga internasional. Menyikapi ini Direktur Eksekutif Akademi Pancasila dan Bela Negara (APBN) Tigor Mulo Horas Sinaga mengatakan, “Piala Dunia U20 adalah momen kebangkitan sepak bola nasional. Sudah saatnya Pancasila dibumikan di sepakbola kita.”

“Piala Dunia U20 adalah pemicu bangkitnya persepakbolaan negeri ini, jadi ini perlu kita sikapi dengan penanaman etika Pancasila pada semua insan sepak bola nasional,” ujar Horas, Jakarta (22/1/2020).

“Etika Pancasila sangat diperlukan dalam menjalankan kehidupan berbangsa, termasuk sepakbola. Etika adalah dasar berperilaku yang bajik. Etika inilah yang melandasi moral, termasuk moral dalam laku insan sepak bola nasional,” katanya.

Ia menerangkan, di dalam etika Pancasila terkandung nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan. Kelima nilai itu selayaknya membentuk perilaku praktisi sepak bola di Tana Air.

See also  Mulai Senin, Mensos Risma Siap Berkantor di Jakarta

“Jika Pancasia menjadi etika praktisi sepak bola, maka itu akan menghadirkan ‘ataraxia,’ yaitu keadaan tidak terganggu hal-hal yang tidak elok, seperti praktik suap, pengaturan skor, mau pun kerusuhan supporter. Sebab semua orang takut pada Tuhan dan menghargai sesamanya,” ujar Horas.

Pemerhati politik dan intelijen itu menegaskan, Pancasila bisa menjadi rambu normatif yang mengatur perilaku para praktisi sepak bola jika Pemerintah, PSSI, dan BPIP mulai melakukan langkah konkret dalam membumikan dan menghabituasikan etika Pancasila dalam sepak bola Indonesia.

“Dengan ditanamkan etika Pancasila, maka niscaya kita akan mengalami ‘ataraxia’ yang sudah selayaknya kita nikmati dalam persepakbolaan nasional sejak dulu, yaitu minimnya segala tindakan yang tidak elok seperti kerusuhan, pengaturan skor, dan praktik suap,” kata Horas.

Direktur APBN Tigor Mulo Horas Sinaga

Pancasila sebagai Nafas Persepakbolaan Nasional

Horas melihat mutu dan profesionalitas sepak bola Indonesia perlu ditingkatkan. Menurutnya, hal itu bisa dilakukan dengan mengembuskan nafas etika Pancasila dalam persepakbolaan Tanah Air.

Pembumian etika Pancasila, menurut Horas, akan mengatasi praktik mafia atau pengaturan skor sepak bola, kerusuhan antarsuporter, dan utang-utang yang tertunggak selama beberapa tahun terakhir.

See also  Masyarakat Penajam dan Paser Jalin Silaturahmi Melalui Komsos Dialogis

“Sekaranglah waktunya kita membawa Pancasila sebagai nafas persepakbolaan Nasional. Jangan sampai ada lagi kasus pengaturan skor. Itu mencoreng wajah sepak bola nasional kita. Jangan ada lagi yang dijebloskan ke penjara karena kasus sepak bola nasional. Kita perlu mengembuskan Pancasila sebagai nafas persepakbolaan di Tanah Air,” ujarnya.

Horas mengaku optimis dengan kepemimpinan Mochamad Iriawan (Iwan Bule) yang menjadi nakhoda PSSI saat ini. Ia melihat Iwan Bule sebagai pemimpin yang tegas dan kapabel mentransformasi PSSI dan persepakbolaan nasional.

“Saya mendorong Bang Iwan Bule bekerja sama dengan BPIP membumikan etika Pancasila secara konkret pada semua pemain, staf, supporter, dan semua insan sepak bola nasional,” ujar Horas.

Ia mengatakan, permasalahan suporter di Indonesia yang seperti tidak pernah ada habisnya, kericuhan yang berulang kali terjadi hingga tak jarang menelan korban jiwa, bukti hilangnya semangat dan etika Pancasila dalam sanubari insan sepak bola di Tanah Air.

“Kalau etika Pancasila kita praktikkan, maka kita takkan tega melakukan keributan di stadion, karena kita mematuhi Sila Ketuhanan Yang Maha Esa dan Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Kita takkan mengintimidasi pendukung tim lain baik secara verbal maupun fisik. Kita takkan memaki, melempar kemasan minuman dan mercon, kalau kita beretika Pancasila,” terang Horas.

See also  Sejumlah Elemen Dorong Percepatan Perda Perlindungan Masyarakat Adat Sumatera Utara

Etika Pancasila merupakan cara laku hidup yang bisa juga diterapkan dalam olahraga-olahraga lain, dan juga kehidupan sehari-hari secara umum, kata Direktur Eksekutif APBN itu.

“Sudah saatnya etika Pancasila dihembuskan dan dihidupi dalam persepakbolaan nasional kita. Begitu indah dan harmonis jika dunia sepak bola kita dinafasi oleh etika Pancasila, sebuah laku hidup yang saling menghargai sesama dan mengutamakan kebajikan,” pungkas Horas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *