Anies di Bela Buzzer- buzzer, Disalahkan Banyak Manusia Jakarta Akibat Banjir Parah

Jakarta, chronosdaily.com – Banjir Jakarta skala besar atau kecil, yakni dengan normalisasi sungai versus naturalisasi sungai. Kebijakan dan proyek yang sebenarnya bertujuan sama, menangkal dan mengatasi banjir Jakarta itu lebih sering muncul sebagai polemik dan pertarungan bernuansa politik.

Aneh pasca banjir yang muncul ialah perdebatan politik kaum elite didunia maya, rakyat yang terkena dampak dan korban banjir dijadikan komoditi, jualan elite.

Para korban yang terdampak akibat banjir jakarta harusnya kompak menggugat Anies Baswedan Gubernur Jakarta atas kerugian yang mereka alami akibat banjir yang menerjang rumah, harta benda mereka (1/1/2020), kata Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Studi Masyarakat dan Negara (LAKSAMANA) Samuel F. Silaen kepada awak media di Jakarta.

Saat ini tejadi “fakta vs pencitraan”, mana mungkin ada pemimpin harus slalu dipuja- puji terus sepanjang waktu, Nabi saja ada juga yang benci apalagi manusia, tentulah diantara dipuji dan dibenci, hal itu sudah lumrah kok! Jadi tidak perlu ‘baper’ itulah hidup.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

Pemimpin yang baik saja belum tentu akan dipuji 100%, apalagi pimimpin yang tidak amanah, kemungkinan bisa saja ada yang akan kritik, jadi sebagai pemimpin bekerjalah yang baik untuk semua rakyat tanpa harus minta dipuja- puji, “papar Silaen.

See also  Apel Senin Pagi jadwal Jam Pimpinan, Waka Polres Tana Toraja Tekankan Netralitas Polri

Menurut Silaen, kalau Gubernur kinerjanya buruk sebagai pemimpin. Pastilah dikritik, dibully dan lain lain. Tidak salah jika kebanyakan orang mempertanyakan kinerja Gubernur DKI Jakarta soal banjir parah yang menerjang Jakarta dan sekitarnya. Kata Silaen, karena banyak yang jadi korbannya: korban materi dan ada juga yang meninggal dunia, akibat Banjir Jakarta itu, “tukas Silaen.

Lanjut Silaen, kenapa juga media sosial (medsos) rame bela- bela Anies soal banjir jakarta!, Ada apa?
Pengamat politik warung kopi katakan bahwa diduga keras Anies Baswedan pelihara (biayai) banyak buzzer- buzzer untuk bela/ counter berita (issue) miring ataupun fakta yang sebenarnya terkait Jakarta, maka buzzer- buzzerlah yang bekerja memutar balikkan fakta itu jadi seolah- olah Anies korbannya, anehkan? “ungkap Silaen.

Banyak berita- berita yang beredar di medsos saat ini seolah- olah Anies ini korban dari rezim, pertanyaannya rezim siapa yang dimaksud? Kapan pula Anies dikorban oleh rezim? Apakah itu fakta atau halusinasi buzzer?

Wajar saja, Anies dihujat karena jabatannya sebagai Gubernur Jakarta, jika tidak mau terima resiko dikritik, bully atau dihujat maka jangan jadi pejabat, apalagi kata banyak orang Jakarta makin hari makin sembraut akibat salah urus dan lain- lain, “ujar Silaen.

See also  Selalu Pantau dan Sigap Merespons Fluktuasi Kasus Covid-19 untuk Tekan Laju Penularan

Buzzer- buzzer ‘peliharaan’ Anies siap membelanya mati- matian dengan membabi buta 24 jam di medsos, jadi rakyat “b*doh” yang tidak paham duduk perkaranya, langsung menelan mentah- mentah ‘semburan hoax’ tanpa berpikir lagi, “tutup Silaen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Website Protected by Spam Master