Andi Taufan Garuda Putra Memang Kebablasan, Beri Juga Kesempatan Perbaiki Diri

Jakarta, chronosdaily.com – Kritik terhadap beberapa staf khusus milenial Presiden Joko Widodo atas tindakan yang diduga sebagai penyalahgunaan wewenang semakin memanas diperbincangkan publik. Organisasi sosial kemanusiaan nirlaba Visi Indonesia Unggul (VIU) mengatakan publik jangan tergesa-gesa meminta Presiden memecat staf khusus yang diduga punya konflik kepentingan itu.

Walau demikian, Ketua Umum (Ketum) VIU Horas Sinaga mengaku tidak bisa membenarkan kecerobohan beberapa staf Presiden yang diduga punya konflik kepentingan itu, sehingga mereka dituding melakuan penyalahgunaan wewenang. “Staf khusus Presiden,  memang menyurati camat di seluruh wilayah Indonesia mengenai kerja sama program antara pemerintah dan PT Amartha Mikro Fintek terkait Relawan Desa Lawan Covid-19. Tapi dia menarik surat dengan kop Sekretariat Kabinet itu dan meminta maaf,” kata Horas, Jakarta Barat (17/4/2020).

Horas menyebut nama Adamas Belva Syah Devara, sebagai pendiri Ruang Guru, juga diperbincangkan akan menjadi salah satu dari delapan perusahaan penyedia pelatihan lainnya dalam program pelatihan Kartu Prakerja oleh pemerintah. “Belva sudah jelaskan dirinya tak ikut dalam pengambilan keputusan. Proses pemilihan dilakukan oleh Kementerian Kooordinator bidang Perekonomian, saya kira itu sudah klir,” imbuhnya.

See also  Ada Aksi Bagi-Bagi Masker dan Vitamin di Padang

Horas memang menyayangkan peristiwa ini terjadi, sebab posisi sebagai staf khusus Presiden merupakan posisi yang tinggi dan disorot masyarakat. Ia mengaku khawatir isu ini akan melemahkan kredibilitas Presiden karena dianggap gagal memilih dan memilah staf khusus yang berintegritas. Juru Bicara pasangan 01 dalam kampanye Pemilu 2019 lalu itu mendorong agar staf khusus yang lain lebih berhati-hati, serius belajar birokrasi, dan waspada terhadap godaan menyalahgunakan kewenangan untuk kepentingan pribadi.

Di saat yang sama Horas mengaku tak setuju jika Presiden memecat staf khususnya yang dituding menyalah-gunakan wewenang tersebut. “Kita perlu melihat isu ini dalam dua aspek, yaitu fenomena dan noumena. Secara fenomena atau gejala yang tampak, memang ada individu staf khusus milenial yang sedang dipertanyakan kapasitasnya dan integritasnya. Tapi secara noumena, tindakan mereka dalam isu ini punya niat yang baik, yaitu membantu pemerintah menaggulangi Covid-19,” ujar Horas.

“Jika saja mereka dikatakan keliru secara moral publik, itu bukan berarti mereka tidak punya daya untuk memperbaiki diri. Saya yakin adik-adik saya staf khusus Presiden ini bisa belajar birokrasi dan bertindak taktis etis, sehingga mereka akan menjadi tim yang hebat dalam mendampingi Presiden,” kata Ketum VIU itu. Horas mengajak masyarakat tidak emosi dan tergesa-gesa menyerukan pemecatan terhadap staf khusus yang dituding menyalah-gunakan kekuasaan. “Siapakah di antara kita yang tak pernah berbuat kekeliruan? Berilah kesempatan dan dorongan kepada adik-adik milenial ini berkarya dan memaksimalkan potensi diri mereka demi membantu Presiden dan rakyat Indonesia,” imbuhnya.

See also  HUT Ke-40 Korem 091/ASN: Momentum Lebih Dekat dengan Rakyat dan Fokus Tangani Covid-19

Horas mengajak pihak-pihak yang menyerukan pemecatan staf khusus Presiden waspada terhadap kecemburuan karir yang terpendam. “Jangan sampai kita punya iri hati karena ingin menempati posisi staf khusus, lalu menyerukan pemecatan staf khusus yang ada sekarang. Berilah mereka waktu berbenah,” pungkas Horas.

Leave a Reply

Your email address will not be published.