AMPP: Prank Sembako Sampah itu Salah Konten dan Salah Konteks

Jakarta, chronosdaily.com – Ferdian Paleka, youtuber yang sempat buron sembilan hari setelah melakukan prank pemberian sembako berisi sampah ke para waria akhirnya diringkus polisi pada Jumat (8/5) dini hari di tol Jakarta-Merak. Founder AMPP, Arbie Haman menilai prank tersebut salah konten dan salah konteks. Jangan ada lagi yang seperti ini kedepannya. “Pertama, terlepas siapapun korbannya, waria ataupun bukan, mereka adalah tetap sesama manusia, sebangsa dan setanah air yang patut diperlakukan sesuai prinsip kemanusiaan yang beradab”, jelasnya.

“Kedua, bangsa kita sedang menghadapi pandemi corona yang dampaknya dirasakan berbagai lapisan masyarakat. Khususnya dampak secara ekonomi yang menimpa sektor formal maupun informal dan UMKM. Banyak yang mengalami pemotongan gaji/pemasukan, diliburkan, hingga gulung tikar dan di PHK.”, tambah Arbie.

Ia menjelaskan, “dalam situasi seperti ini, bantuan sosial sekecil apapun sangatlah berarti dan diharapkan oleh mereka yang membutuhkan”. “Maka dalam suasana psikologis yang demikan, prank semacam itu amatlah salah konten dan salah konteks”, lanjutnya.

See also  Menteri Bintang : Pendidikan Karakter untuk Anak, Wujudkan SDM Berkualitas

“Secara konten, itu jelas aksi yang tidak berperkemanusiaan. Secara konteks, ia tidak mengamalkan kecintaan akan bangsa, karena ketika bangsa Indonesia sedang berjuang melawan pandemi, dia malah memupuskan harapan orang yang sedang butuh pertolongan, terlebih lagi sekarang sedang bulan puasa bagi kawan-kawan Muslim, lanjut Arbie.

“Kasus ini adalah contoh untuk pembelajaran bagi para youtuber dan pembuat konten-konten digital lainnya. Tolong buatlah konten yang berbobot dan disesuaikan juga dengan konteks sosial yang tengah berlangsung”, tutupnya.

Di tempat terpisah, Kabid Sosial Kemasyarakatan AMPP, Andreas Tuhenay juga mengapresiasi netizen dan kepolisian, “netizen dari semula sudah memberikan reaksi ketidaksetujuan terhadap perilaku yang sangat tidak manusiawi tersebut, sehingga kasus dapat muncul ke permukaan dan ditindak”. “Dalam hal ini kami juga sangat bangga dengan kinerja dari Kepolisian yang dengan cepat mengatasi permasalahan ini”, ungkapnya.

Andreas berharap peristiwa ini tidak terulang kembali dan menjadi pembelajaran bagi semua pihak. “Biarlah lewat peristiwa ini kita boleh semakin diingatkan untuk saling menghargai sebagai sesama umat manusia serta saling membantu dengan tulus ikhlas dalam meringankan beban sesama manusia”, tuturnya.

See also  871 M Anggaran Kejaksaan Dialihkan Untuk Penanggulangan Penyebaran Corona

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *