AMPP Kecam Aksi Intoleransi di Tumaluntung, Jangan Dipolitisasi

Jakarta, chronosdaily.com – Angkatan Muda Protestan Pluralistik (AMPP) angkat bicara menanggapi isu perusakan dan penolakan pembangunan tempat untuk berkumpul dan beribadah umat Islam di Desa Tumaluntung, Minahasa Utara, Sulut.

Ketua AMPP, Arbie Haman mengingatkan bahwa Konstitusi Indonesia berlaku hingga ke pelosok desa, tidak ada kawasan yang kebal Konstitusi. “Disana (Desa Tumaluntung) ada sekitar lima persen warga Muslim. UUD ’45 Pasal 28E dan 29 Ayat 2 memastikan adanya jaminan bagi setiap warga negara untuk dapat beribadah”, ujar Arbie.

“Jaminan tersebut berlaku di setiap jengkal wilayah NKRI. Tidak ada suatu Provinsi, Kabupaten/Kota, Desa, bahkan RT/RW sekalipun yang kebal terhadap UUD ’45”. “Jaminan tersebut juga berlaku tanpa memandang jumlah. Setiap manusia Indonesia memiliki hak untuk beribadah di kawasan tempat tinggalnya, berapapun persentase jumlah jemaahnya”, paparnya.

Ia mengingatkan, Sulawesi Utara selalu menempati jajaran teratas sebagai Provinsi dengan tingkat toleransi beragama tertinggi dalam setiap survei/rilis terkini. “Meletupnya insiden ini dapat dijadikan sarana intropeksi dan evaluasi. Oknum-oknum intoleran tidak boleh dibiarkan untuk muncul dan berkembang”, tandasnya.

See also  Pakaian Bekas Masuk Melalui Pelabuhan Tikus Banyak Tersebar di Wilayah Indonesia

“Sejalan dengan itu, insiden ini jangan dipolitisasi dan dijadikan alasan untuk aksi balas dendam dan provokasi. Khususnya oleh kelompok-kelompok yang selama ini sudah memiliki rekam jejak panjang terkait intoleransi dan persekusi”, tegas Ketua AMPP.

Berikut ini adalah pernyataan sikap AMPP dalam meresponi kasus ini:

1. AMPP mengecam aksi dan tindakan intoleransi di Desa Tumaluntung Minahasa Utara.

2. AMPP mendorong Kepolisian untuk menindak dan memproses para oknum terkait secara objektif tanpa adanya bias mayoritas.

3. AMPP mendorong aparat penegak hukum, tokoh masyarakat, dan organisasi-organisasi kepemudaan setempat untuk mengedepankan pendekatan musyawarah/mufakat sesuai Pancasila Sila ke-4 dalam menyelesaikan masalah ini.

4. AMPP mendorong gereja-gereja dan komunitas Kristen, khususnya kepemudaan di Minahasa Utara dan Sulawesi Utara untuk mengambil peran positif dalam rangka saling mengasihi dan melindungi sebagai saudara dan anak-anak sekandung Ibu Pertiwi.

5. AMPP berharap agar Sulawesi Utara tetap konsisten dalam mempertahankan budaya toleransi yang sudah berlangsung selama ini.

6. AMPP menegaskan bahwa insiden ini jangan dipolitisasi dan dijadikan ajang untuk memecah belah bangsa oleh kelompok-kelompok yang memiliki agenda anti Pancasila dan NKRI.

See also  Pemerintah Dorong Implementasi Energi Baru Terbarukan di Aceh

7. AMPP mendorong Negara untuk segera hadir dalam bentuk yang holistik, reformatif, dan kongkret dalam menanggulangi aksi-aksi intoleransi beragama (baik penolakan Gereja, Masjid, dan tempat-tempat ibadah lainnya) yang masih terus berlangsung di Indonesia hingga saat ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published.