Aldira Maharani : Selamat Natal Saudaraku Terkasih

Perayaan hari besar umat kristiani dinanti. Saya turut berbahagia dan menghormati hari Natal.

Semoga Natal mu penuh arti dan makna saudaraku. Semoga Natal mu menyenangkan. Sambut Natal mu penuh dengan suka cita bersama keluarga dan orang2 terkasih.

Saya sebagai seorang muslim tidak terlalu mempermasalahkan perbedaan keyakinan dalam berteman dan bersaudara dengan yang berbeda iman sekalipun. Karena saya berkeyakinan kita mungkin hanya beda persepsi tentang keTuhanan tapi sebetulnya tujuan kita sama.

Biarlah perbedaan ini kita biarkan saja sampai kita bertemu dengan Tuhan sang pemilik kehidupan untuk menanyakan siapa yang benar.

Kadangkala perbedaan dalam keagamaan jika disampaikan dengan cara yang salah atau diterima dengan suasana batin yang belum bisa menerima perbedaan maka hasilnya permusuhan.

Biarlah saya sebagai seorang muslim meyakini Islam agama benar, itu hanya antara saya dan Tuhan saya. karena itu saya akan menjadi seorang muslim yang baik.

Jika kamu Kristen jadilah Kristen yang baik, jika kamu Hindu jadilah Hindu yang baik, jika kamu Budha jadilah pengikut Budha yang baik, begitu juga umat agama yang lain jadilah umat yang baik.

See also  Saut Sirait : Menuju Partikularitas Indonesia Dalam Religiusitas

Dengan menerima perbedaan, maka kita akan mencapai perdamaian dunia, karena perdamaian akan menghasilkan peradaban.

Jika ada orang yang melarang dan mengharamkan mengucapkan Natal apalagi sampai mengkafirkan atas nama agama sesungguhnya mereka hanya beragama tapi tidak berTuhan.

Mereka hanya hidup dalam halusinasi Tuhan ala mereka saja. surga ala mereka, neraka ala mereka, dan kelompok tersebut ada di semua agama.

Menjadi orang benar dalam beragama itu baik. Tetapi menjadi orang yang selalu merasa paling benar, sok suci dan menghakimi umat agama lain secara sepihak, itu salah.

Sejatinya mereka yang selalu menebar permusuhan, kebencian, intoleran dan tidak punya jiwa welas asih kepada sesama makhluk ciptaan Tuhan, mereka bukan termasuk manusia bahkan jauh dari sifat manusia. karena Tuhan tidak pernah mengajarkan kebencian dengan alasan apapun juga apalagi mengatasnamakan membela Tuhan.

Tolak ukur agama adalah akhlak manusia. Dan tolak ukur manusia adalah toleransi antar sesama.

Hidup bukan tentang mempermasalahkan sebuah perbedaan, melainkan saling melengkapi kekurangan.

See also  Albert Siagian : Prajuritku, Tabah Sampai Akhir

Hidup ini sangat luas saudaraku, syukurilah keluasan hidup ini dan bergembiralah dengan semuanya.

Jika kita sulit menyatukan perbedaan maka satukanlah persamaan yang ada dan lupakan perbedaan yang ada.

Anggaplah perbedaan adalah sebuah warna, sehingga semakin banyak perbedaaan akan menjadi lebih indah.

May you give and receive much love, joy, and peace this season.

Christmas is all about sharing love with your loved ones. That’s why I am taking the time to share love with you. Merry Chirstmas dear friend. ❤️

chronosdaily

Bandung, 24 Desember 2019, Aldira Maharani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Website Protected by Spam Master