Ada Oknum Aparat Pelihara LSM dan Media Untuk Meras Kontraktor

Jakarta, chronosdaily.com – Hal yang mirip dialami seorang Kontraktor Adi Reynaldo. Kontraktor yang bekerja di DKI Jakarta ini mengungkapkan adanya praktik pemerasan dan dugaan kriminalisasi dari oknum mengatasnamakan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) sekaligus mengaku sebagai wartawan di media online tertentu. “Berkali-kali menebar ancaman dan meminta uang puluhan juta rupiah. Kalau tidak diberikan, akan diangkat menjadi berita, dan akan segera dilaporkan ke Polda Metrojaya katanya. Terakhir, dia minta uang Rp 50 juta, agar tidak memberitakan pekerjaan kami. Lah, apa masalah pekerjaan kami rupanya? Semua berjalan sesuai RAB dan spek. Pekerjaan proyek kami pun diaudit lembaga Negara kok,” beber Adi Reynaldo, Minggu (09/02/2020).

Dia mengungkapkan, hampir setiap hari oknum LSM sekaligus oknum wartawan itu menghubungi pihak pekerjanya. Mendatangi ke lokasi proyek. Mencari-cari sela. Memotret-motret pekerjaan yang sedang berlangsung. Mengancam dan mengintimidasi pekerja. “SMS dan WA-WA-nya juga hampir tiap hari. Berisi nada meminta uang dengan paksa. Mengintimidasi jika tak direspon. Dan mengaku sebagai suruhan dari seseorang anggota Polisi berpangkat Kombes di Polda Metrojaya,” ujarng Reynaldo.

See also  HUT ke-76 RI, Menag: Kemerdekaan Hak Mendasar, Pandemi Perkuat Solidaritas

Pihaknya telah berupaya membangun komunikasi yang lembut. Mungkin, karena lagi kesusahan uang, tidak mengapa memberikan sekedar untuk mengopi kepada si oknum. Ternyata, lanjut Reynaldo, niat baik itu disalahartikan oleh si oknum. Malah dituduh, pemberian uang yang susah diterima si oknum itu sebagai bagian dari menyogok agar tidak diberitakan. “Peduli setan loe. Dikasih hati malah meras dan mengintimidasi. Angkat saja beritanya, publish sebanyak-banyaknya, dan suruh semua teman-temanmu yang kau bilang beking mu itu dari pihak berwenang melakukan pengecekan dan memeriksa pekerjaan yang sedang kami kerjakan. Jika ada salah atau dugaan penyelewengan, kami pasti akan bertanggungjawab. Saya jawab begitu ke dia. Saya lihat kok makin mengada-ada. Ya silakan diangkat saja,” cetus Reynaldo.

Ternyata, lanjut Reynaldo, dari penelusurannya, dia memperoleh informasi, bahwa oknum LSM yang merangkap sebagai oknum wartawan online itu adalah peliharaan  Seseorang Polisi di Polda Metrojaya berpangkat Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol). “Rupanya, bukan hanya dia, ada beberapa LSM yang dipelihara oleh si Oknum Kombes Pol itu di Jakarta. Mereka disuruh merecoki dan cari uang dari apra kontraktor. Dengan cara-cara pemerasan, ngancam akan dipublikasi, ngancam akan turunkan Polisi berpangkat tinggi kalau tak dipenuhi permintaannya. Begitulah pekerjaan mereka,” tutur Reynaldo.

See also  Moneva Penerima ICINC BEKRAF Resmi Sandang Gelar Sarjana di Wisuda UPH 2019

Dia berharap, praktik-praktik pemerasan dan kriminaliasasi seperti itu ditindaktegas. Penindakan tegas mesti dilakukan bagian pengawasan dan juga aparat hukum. “Jangan dibiarkan berkeliaran jadi pemeras dan tukang tipu. Mesti ditindaktegas. Kami akan laporkan juga oknum-oknum begitu bila masih datang melakukan kriminalisasi, intimidasi atau pemerasan,” tegas Reynaldo. [Jon]

Leave a Reply

Your email address will not be published.