Lunch Gathering Forum Kerjasama Ormas Kristen Hasilkan 7 Kesepakatan

Jakarta, chronosdaily.com – Forum Kerjasama Ormas Kristen atau FKOK menggelar Lunch Gathering dan Konferensi Pers Pimpinan Ormas Kristen, Kamis 15 Agustus 2019 di Restoran Prima Handayani, Matraman Raya, Jakarta Timur bertujuan untuk membentuk ikatan baru dalam mewujudkan kemerdekaan di Indonesia. Moderator Pdt. Yerry Tawalujan, M.Th mengatakan bahwa kekuatan suatu ormas akan lebih kuat lagi bila bersama-sama dengan ormas yang lainnya.

“Bersatu, berjejaring untuk melakukan tugas bersama,” begitu ujar Yerry yang adalah Ketua Umum Gerakan Kasih Indonesia atau GERKINDO. “Tanpa menghilangkan tugas asli ormas tersebut” lanjut Yerry dalam pembukaan acara itu. Sementara itu Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Majelis Umat Kristen Indonesia atau MUKI, Djarsamen Purba, S.H., M.H., mengatakan bahwa persatuan Ormas-ormas Kristen ini merupakan permulaan. Ia berharap persatuan ini bisa terus bertumbuh dan berkembang, “Untuk bekerja sama dalam mewujudkan kemerdekaan di Indonesia,” ungkap Djasarmen.

Sekjen. Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia atau PEWARNA Indonesia, Argopandoyo menyambut baik acara bersatunya ormas-ormas Kristen di Indonesia. “Persatuan, belakangan ini menjadi sedikit masalah dalam masyarakat Indonesia,” begitu katanya saat ditemui di daerah Sentul, Bogor. Ia pun berharap ormas-ormas Kristen yang bersatu itu bisa menjadi model dalam membangun kembali persatuan dalam masyarakat Indonesia. “Semoga persatuan ini bisa ditiru semua lembaga dalam masyarakat,” tambahnya melanjutkan. “Hingga akhirnya menjadi satu, kemudian melebur menjadi kekuatan baru bagi Indonesia di era ini,” ungkap Argopandoyo dari Radio RPK FM Jakarta.

Pada kesempatan yang sama, Pdt. Dr. Antonius Natan, M.Th. sebagai fasilitator Lumbung Yusuf mengatakan Lunch Gathering merupakan bentuk adanya kebersamaan antara sesama Ormas Kristen, dengan panggilan yang berbeda fokus pelayanan yang tidak sama tetapi sepakat akan Persatuan Indonesia dalam Kebhinnekaan dan bertekad yang sama menjaga kebebasan beragama, merawat Pancasila dan mempersiapkan generasi muda untuk menyongsong Indonesia menuju negara kuat, mandiri dan bermartabat. Sebagai warganegara, lanjut Antonius Natan,  “Sekaligus sebagai warga gereja berkewajiban turut serta membangun bangsa Indonesia sesuai kapasaitas dan panggilan yang Tuhan berikan.”

Pada acara itu disepakati tujuh poin kemerdekaan seluruh elemen bangsa yang akan dicapai. Mulai dari pemerintah, presiden, sampai kepada masyarakat yang selama ini dimarginalkan. Tujuh poin itu antara lain :

1. Kemerdekaan bagi Presiden untuk memakai hak prerogatifnya, menentukan pembantu-pembantunya dalam kabinet, Presiden harus bebas dan merdeka dari pengaruh ormas, relawan bahkan partai politik, dalam menentukan atau mangangkat pembantu-pembantunya yang akan duduk sebagai menteri maupun wakil menteri dalam kabinet 2019-2024.
2. Kemerdekaan bagi setiap umat beragama untuk menjalankan ibadah sesuai kepercayaan dan agamanya masing-masing. Tidak ada lagi intimidasi apalagi pelarangan ketika umat beragama ingin menjalankan ibadah sesuai kepercayaan. Kami mendukung aparat keamanan untuk secara tegas kepada oknum-oknum yang bertindak seolah-olah berada di atas hukum dan melakukan pelarangan bagi umat untuk beribadah.
3. Kemerdekaan bagi penganut aliran kepercayaan untuk mengekspresikan dan menjalankan ibadahnya sesuai kepercayaannya.
4. Kemerdekaan setiap penduduk Indonesia untuk mendapatkan penghidupan yang layak, secara khusus, bebas dari masalah gizi buruk.
5. Kemerdekaan bagi anak-anak muda usia produktif untuk mendapatkan pekerjaan yang layak. Oleh karena itu mereka layak diberdayakan, ditingkatkan keahlian SDM nya dan diberikan bantuan ketersediaan lapangan pekerjaan.
6. Kemerdekaan mempertahankan budaya asli nusantara dari serbuan budaya luar yang bukan budaya Indonesia
7. Kemerdekaan untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila, UUD1945 danBhineka Tunggal Ikha.

Selain Yerry dan Djasarmen, tampak hadir Ketua Asosiasi Pendeta Indonesia atau API, Pdt. Brigjen (Purn) TNI Harsanto Adi, M.M., Ketua Umum Indonesia Christian Watch, Pdt. Dr. Joshua Tewuh, Fasilitator Lumbung Yusuf, Pdt. Dr. Antonius Natan, Th.M., Ketua Umum DPP PCPI, Pdt. Dr. Jerry Rumahlatu, Ketua Umum Aliansi Kebangsaan Gotongroyong Indonesia atau AKGI, John Nainggolan, S.Hut. dan Ketua DPP Perempuan Indonesia Maju atau PIM, Lana Koentjoro, S.H. [Daniel Tanamal]

Author: Roy Agusta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *