100 Tahun Gereja Zebaoth, Mari Tingkatkan Kebersamaan

Bogor, chronosdaily.com – Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto mengucapkan selamat bagi Gereja Zebaoth yang berusia 100 tahun pada 30 Januari 2020 mendatang. Dalam sambutannya di hadapana jemaat dan para undangan, Sabtu (23/11), Bima Arya menyampaikan dalam satu abad ini mari berperan bersama-sama dengan pemerintah kota Bogor. “Jadi di momentum satu abad ini kita akan lakukan bukan saja merefleksikan ke belakang tapi ancang-ancang untuk ke depan, bagaimana Zebaoth bisa mempelopori kebersamaan di Kota Bogor bersama-sama pemerintah kota melakukan langkah-langkah jemaat yang ada itu bisa atensi terhadap kebersamaan. Dengan program-program yang konkret, seperti program sampah, program menanam dan lain-lain, saya apresiasi dan senang sekali. Dan ada wacana juga untuk menjadikan Zebaoth ini sebagai salah titik destinasi wisata, yang konsepnya harus dikuatan dan dibicarakan oleh pemerintah kota,” kata Bima kepada wartawan setelah memberikan sambutan.

Bima juga menyinggung budaya yang dipunyai Kota Bogor harus menjadi daya tarik yang kuat sehingga budaya itu dapat meningkatkan kebersamaan semua warga. “Kita memmang berbeda tapi perbedaan itu bukan menjadi satu halangan untuk membangun kebersamaan. Ada berbagai event di kota ini, seperti cap gomeh dan lainnya. Itu bukan soal ibadahnya tapi budayanya yang merupakan daya tarik bagi kita semua sebagai warga. Saya contohkan dan kita harus belajar dari Kabupaten Banyuwangi yang dikenal saat ini dengan event-event budaya yang berdampak bagi warganya. Sekarang Banyuwangi dikenal luas dengan berbagai atraksinya. Semua warganya bersama-sama dan bangga. Dan kota Bogor bisa meniru hal itu,” ujarnya kepada jemaat dan para undangan yang hadir dalam acara itu.

See also  Gubernur Sulsel Harap Dukungan Kampus Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Sulsel
GPIB Zebaoth

Acara peringatan 100 Gereja Zebaoth dilanjutkan dengan seminar kebangsaan yang menghadirkan pembicara KH.Mustofa Abdullah bin Nuh, Ketua MUI Kota Bogor. Dalam pemaparannya, KH. Mustofa yang lebih dikenal dengan Ustad Toto menyampaikan, kita warga Kota Bogor harus belajar dari Suriah. “Saya dulu pernah tinggal di sana dengan warga dan budayanya yang bagus sekali. Tapi sekarang karena ada kasus intoleransi, negara itu hancur. Juga tidak ada ormas. Kita di sini bersyukur ada ormas, seperti NU dan Muhamdiyah sehingga kita bisa membangun kebersamaan. Kita harus terus mendorong agar kebersamaan antar lintas agama bisa diperkuat sehingga di akhir zaman ini kita bersama-sama bisa mengatasi persoalan yang ada,” katanya.

Pembicara lainnya yaitu, Prof. Dr. rudy. Ch. Tarumingkeng menjelaskan sejarah digunakannya gereja Zebaoth. “Sejak saya pindah di Bogor pada tahun 1955, awalnya gereja ini digunakan oleh para orang Belanda dan orang indo yang ada di Bogor ini. Sebelumnya jemaat bergereja di Gereja Bethel Bogor dulu disebut GPI. Setelah kemerdekaan 1945, proses pemindahan pemerintah Indonesia maka proses pemindahan jemaat juga dilakukan pada tahun 1950. Tahun 1957 waktu itu orang-orang Belanda diusir karena Trikora waktu itu dan kemudian dihibahkan ke Indonesia. Waktu itu saya sebagai pemuda juga bertanya, kapan pengelolaan gereja ini diberikan kepada kita? Akhirnya diberikan ke kita dan kepada GPIB tahun 1957 dan dipimpin oleh Pdt. Tiendas yang melayani hanya 1,5 tahun saja. Tugs utama Pdt. Tiendas waktu itu adalah menyatukan jemaat orang Belanda dan orang pribumi. Pdt. Tiendas hanya sebentar karena saat pimpin ibadah di Oktober 1958 ia jatuh saat kotbah dari mimbar dan eninggal dunia lalu dianjutkan kotbahnya oleh Pdt. Rumambi,” katanya.

See also  Bikers For Christ Indonesia Berbagi Kasih Melalui Paskah Bersama Bikers

Rudy juga menjelaskan nama-nama pendeta yang pertama melayani dan tujuan gereja Zebaoth disampaikan oleh ketua Majelis jemaat pertam ayaitu Pdt. Maitimoe adalah sebagai gereja misioner. “Ini sebagai cerita pengantar saja dan isi lengkapnya dapat dibaca dalam buku sejarah itu,” ujarnya.

Sejumlah undangan toko

Dalam kesempatan itu juga diluncurkan buku Menelusuri Tapak Gerak GPIB Jemaat Zebaoth Bogor.  Dalam perkembangannya gereja ini telah memunculkan gereja baru, antara lain GPIB Galilea, Pelabuhan Ratu, Sukabumi, GPIB Gideon, Kelapa Dua, Depok, GPIB Kornelius. Lido, Cigombong, Bogor, GPIB Nehemia, Cisarua, GPIB Pancaran Kasih, Cimanggis, Depok, GPIB Pengharapan, Cibinong, GPIB Petra, Ciluar, GPIB Sawangan, Depok dan GPIB Sola Gratia, Semplak, Bogor.(ars)

chronosdaily

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *